Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Ritel Remuk, IKEA Kubur Mimpi Bangun Toko

Kompas.com, 24 Mei 2018, 11:30 WIB
Haris Prahara,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

CARY, KOMPAS.com - Peritel furnitur kelas global IKEA kembali menyatakan kabar pilu. Mereka mengubur impian buka toko seiring remuknya industri ritel.

Jika sebelumnya toko yang batal dibangun terletak di Preston, Inggris, kini IKEA turut melakukan hal serupa di Amerika Serikat.

Baca juga: Laba Anjlok 40 Persen, IKEA Batal Bangun Toko Raksasa

Warga negara pimpinan Donald Trump itu bersiap gigit jari, menyusul batalnya IKEA berlabuh di Cary, North Carolina. Padahal, semula toko itu dijadwalkan beroperasi mulai 2020.

News and Observer pada Kamis (24/5/2018) mewartakan, sejatinya warga Cary telah menantikan kehadiran IKEA. Hal itu bisa tercermin dari berbondong-bondongnya warga mengunjungi open house IKEA Juli tahun lalu.

Keputusan peritel Swedia menarik diri turut disesalkan otoritas setempat. Sejatinya, pemerintah telah memberi lampu hijau bagi IKEA untuk menancapkan bendera kebesarannya.

Cary Town Manager Sean Stegall tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya pada email yang dikirimkan pada News and Observer.

"Namun, kami bersyukur keputusan itu diambil sebelum toko mulai dibangun dan warga mulai bekerja di sana," ujar Stegall.

Menurut Stegall, toko IKEA itu rencananya bakal menggantikan lahan kosong pasca tumbangnya Sears dan Macy.

IKEASHUTTERSTOCK IKEA
Terkait langkah mereka urung membuka toko, manajemen IKEA memberi penjelasan.

Menurut IKEA, keputusan itu diambil bukan akibat ada yang salah dengan kota Cary, melainkan murni kebijakan perusahaan untuk efisiensi.

Baca juga: Bisnis Ritel Makin Suram, IKEA Pecat Ratusan Karyawan

IKEA ke depan hanya akan membangun toko di lokasi yang betul-betul prospektif.

"Beberapa tahun terakhir, IKEA Amerika Serikat telah melakukan ekspansi bisnis di beberapa tempat. Dalam perjalanan itu, kami mesti mengevaluasi kembali rencana ekspansi ke depan," papar IKEA.

Lebih lanjut IKEA mengucapkan terima kasih atas dukungan publik Cary yang menginginkan toko bisa dibangun.

"Kami juga kecewa karena tidak bisa menghadirkan toko fisik bagi warga Cary," tuntas IKEA.

Sementara itu, pihak IKEA mengunci mulut rapat-rapat apakah keputusan batal buka toko masih akan berlanjut.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau