Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tahun Lagi, Jumlah Miliarder Indonesia Kalahkan Jepang dan Malaysia

Kompas.com, 21 Mei 2018, 23:45 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam lima tahun ke depan, diperkirakan jumlah orang kaya di Indonesia terus bertambah. Bahkan, peningkatan tersebut diprediksi mencapai 66 persen dibandingkan saat ini.

Hal itu diketahui dari hasil riset Laporan Kekayaan atau Wealth Report 2018 yang dilansir Knight Frank, baru-baru ini.

Jumlah orang Indonesia yang memiliki kekayaan di atas 5 juta dollar atau ekuivalen Rp 70,88 mencapai 31.590 orang.

Baca juga: 19.010 Orang Indonesia Punya Kekayaan Lebih dari Rp 70 Miliar

Saat ini, orang yang memiliki kekayaan dengan nominal tersebut telah mencapai 19.010 orang.

Kenaikan harta kekayaan tersebut diketahui setelah Knight Frank menghitung kekayaan berdasarkan pertumbuhan ekuitas, properti, uang tunai, ekuitas privat, investasi alternatif, obligasi, emas, dan mata uang digital.

Khusus untuk properti, perhitungan juga berdasarkan pada investasi saat ini serta rencana investasi masa depan, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, orang yang memiliki kekayaan di atas 50 juta dollar diperkirakan mencapai 1.930 orang. Bila dibandingkan saat ini yang jumlahnya hanya 1.160 orang, maka terjadi peningkatan 66 persen.

Ada pun mereka yang tergolong kelompok ultra-kaya dengan kekayaan di atas 500 juta dollar atau setara Rp 7,08 triliun, diperkirakan menjadi 110 orang. Saat ini, mereka yang memiliki kekayaan tersebut telah mencapai 70 orang.

Wealth-X sendiri memprediksi, China akan menjadi pemimpin atas pertumbuhan populasi orang kaya di Asia. Dalam lima tahun ke depan, populasinya diperkirakan tumbuh hingga dua kali lipat.

Namun, pertumbuhan populasi orang kaya di Indonesia, tak bisa dipandang sebelah mata. Meski masih di bawah India, Indonesia akan tumbuh di atas Jepang dan Malaysia.

India sendiri diketahui akan mengalami pertumbuhan hingga 71 persen. Sementara Malaysia, harus puas dengan 65 persen atau 1 persen di bawah Indonesia. Ada pun Jepang diprediksi hanya akan mengalami pertumbuhan 51 persen.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau