JAKARTA, KOMPAS.com – Sektor properti dinilai memiliki peranan penting dalam menyumbang pertumbuhan perekonomian nasional. Bahkan, sektor ini diyakini akan mampu menjadi tolok ukur pertumbuhana ekonomi suatu saat nanti.
Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengungkapkan hal tersebut saat penandatanganan kerja sama antara Bank Indonesia dan REI dalam penyediaan data properti yang akurat di Jakarta, Senin (2/4/2018).
Pentingnya sektor ini, diungkapkan Eman, salah satunya terkait pengembangan kota baru dalam beberapa waktu terakhir. Di sekitar Jakarta saja, sebut dia, tak kurang dari 34 kota baru yang telah dikembangkan oleh para pengembang REI.
“Itu sekitar 100.000 hektar. Kita juga ada yang bergerak di sektor perkantoran, apartemen, mal dan lain-lain. Sehingga saya kira ini adalah sebuah pekerjaan yang mungkin pada saatnya nanti akan menjadikan properti sebagai tolok ukur pertumbuhan ekonomin nasional,” ungkap Eman.
Pada 2017 lalu, nilai kapitalisasi 35 persen saham dari 46 gup properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 280 triliun. Bila nilai itu diakumulasikan hingga 100 persen, maka jumlahnya diprediksi dapat mencapai Rp 840 triliun.
“Itu baru 46 grup perusahaan. Bagaimana kalau 1.000 perusahaan yang bergerak di non MBR, bagaimana kalau kita jumlahkan lagi dengan 3.500 yang bergerak di MBR. Itulah yang saya kira kelipatan bagaimana sektor properti menjadi kekuatan sektor ekonomi yang sangat baik,” terang Eman.
Di samping itu, ia menuturkan, salah satu fungsi strategis pengembang di dalam sektor perekonomian nasional yakni menarik investor.
Setidaknya, hal itu telah dilakukan Sinarmas Land yang mampu menghadirkan AEON di BSD atau IKEA yang dihadirkan Alam Sutera.
Tentunya, kehadiran kedua pusat perbelanjaan dari luar negeri ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi lantaran menyerap tenaga kerja.
Di samping penyerapan tenaga kerja yang berasal dari sektor properti itu sendiri, yang memiliki 174 industri turunan di dalamnya.
“Saya selalu cerita AEON itu tidak akan pernah ke BSD, IKEA itu tidak akan pernah ke Alam Sutera kalau properti di sekitarnya tidak baik. Para pengembang di sektor properti ini bisa ciptakan investasi baru,” kata Eman.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.