Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Incaran, Harga Apartemen di Bintaro Harusnya Lebih Miring

Kompas.com, 17 Februari 2018, 16:00 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

BINTARO, KOMPAS.com - Dalam beberapa waktu terakhir, pasokan hunian jangkung di Jalan Jombang Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, terus bertambah.

Penambahan tersebut dipastikan akan memicu persaingan harga antara pengembang satu dengan pengembang lainnya.

Akhir November lalu, misalnya, PT Jaya Real Property Tbk merilis proyek Emerald Bintaro yang dibanderol seharga Rp 460 jutaan untuk tipe platinum series. Profesional muda dan pasangan baru menikah menjadi incaran dari pengembangan proyek ini.

Baca juga : Kredit Apartemen Tipe Kecil Masih Mengalami Kontraksi

Empat bulan berselang, giliran PT Gaharu 88 Property memulai pembangunan Bintaro Mansion yang lokasinya hanya berjarak sekitar 600 meter dari Emerald Bintaro.

Dibanderol mulai dari harga Rp 524 juta hingga Rp 1,6 miliar, apartemen ini ditujukan untuk kelompok urban dan kalangan profesional.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanulangkit menilai, dengan pembangunan yang marak, pengembang sebenarnya tak hanya bersaing dengan sesama pengembang apartemen. Tetapi juga dengan pengembang hunian tapak yang memang sudah ada sejak lama.

Ilustrasi apartemenThinkstock Ilustrasi apartemen
"Sebenarnya kalau harga itu relatif ya. Cuma kalau permintaan gaya hidup seseorang enggak kuat untuk support apartemen, maka harga seharusnya menjadi solusi," kata Panangian kepada Kompas.com, Sabtu (17/2/2018).

Berbeda dengan Serpong atau Bekasi, menurut Panangian, Bintaro bukanlah salah satu pusat pertumbuhan baru.

Baca juga : Apartemen di Selatan Jakarta Masih Diminati Ekspatriat

Untuk bisa bersaing dengan hunian tapak, seharusnya harga yang ditawarkan pengembang apartemen jauh lebih miring dibandingkan hunian tapak. Terlebih, bila apartemen tersebut memiliki lokasi yang tidak terlalu dekat dengan akses transportasi publik.

Sekadar informasi, jarak tempuh beberapa apartemen di Jalan Jombang tidak cukup lama untuk menjangkau akses transportasi publik.

Misalnya, ke Stasiun Jurangmangu dan Stasiun Sudimara yang berjarak sekitar 5,7 kilometer, harus ditempuh dengan waktu sekitar 16 menit. Namun dengan catatan, itu merupakan waktu tempuh normal pada saat akhir pekan.

"Seharusnya sih di bawah Rp 750 jutaan -lah atau di bawah Rp 1 miliar," sebut Panangian.

Ilustrasi apartementhinkstock Ilustrasi apartemen
Sementata Direktur Utama PT Gaharu 88 Property Tenri Palewangi Ridwan mengatakan, sejauh ini sudah 52 persen unit terjual dari total 520 unit yang ditawarkan kepada masyarakat.

Meski kondisi ekonomi cukup lesu tahun lalu, namun ia mengaku, penjualan yang telah berhasil dibukukan cukup memuaskan. Proyek yang menelan investasi Rp 450 miliar itu, ditargetkan dapat diserahterimakan pada 2020.

"Ini merupakan proyek masterpiece kami bagi kaum milenial urban. Kami memilih kawasan ini, karena saat ini Bintaro merupakan daerah perkembangan pesat dan didevelop beberapa pengembang besar," tutur Ridwan.

Direktur Marketing PT Gaharu 88 Property Joshua Medellu menambahkan, saat ini harga yang ditawarkan sudah naik sekitar 7 persen dari harga semula.

Ia pun tak khawatir bila harus bersaing dengan pengembang apartemen lainnya di koridor yang sama. Menurut dia, Bintaro Mansion memiliki kelebihan yang tidak ditawarkan pengembang apartemen lain.

"Kalau harga itu relatif ya. Buktinya untuk unit 3 kamar tidur yang kita tawarkan dengan harga tertinggi, hanya tersisa 7-8 unit dari 26 unit yang kita tawarkan," kata Joshua menjawab pertanyaan Kompas.com.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau