Astra Butuh Waktu Lama Rancang Apartemen Baru - Kompas.com

Astra Butuh Waktu Lama Rancang Apartemen Baru

Kompas.com - 31/01/2018, 15:02 WIB
Head of Residential Development PT Brahmayasa Bahtera Wibowo Muljono, Proxy Director Theodore Chuang, Proxy Director Panji Nurfirman saat peluncuran Arumaya di Jakarta, Rabu (31/1/2018).Arimbi Ramadhiani/Kompas.com Head of Residential Development PT Brahmayasa Bahtera Wibowo Muljono, Proxy Director Theodore Chuang, Proxy Director Panji Nurfirman saat peluncuran Arumaya di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai mengembangkan Anandamaya Residence di Jalan Sudirman, Jakarta, PT Astra International Tbk dengan Hongkong Land meluncurkan proyek apartemen terbaru di koridor TB Simatupang yang dinamakan Arumaya.

Meski telah berpengalaman dengan proyek perdananya, melalui usaha yang telah dibentuk keduanya, PT Brahmayasa Bahtera merencanakan Arumaya dalam waktu yang lebih lama dibandingkan Anandamaya.

"Selama 3 tahun terakhir ini properti enggak terlalu hot. Kami butuh waktu lama untuk memonitor pasar," ujar Head of Residential Development Wibowo Muljono saat peluncuran proyek tersebut, di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Wibowo mengatakan, Arumaya diharapkan bisa menjawab kebutuhan pasar meski saat ini kondisinya kurang baik.

Sebelum meluncurkan proyek, PT Brahmayasa Bahtera melakukan sedikit eksperimen atas desain komposisi unit dan mempelajari gaya hidup masyarakat.

Selain itu, pertimbangan lainnya dalam menunda peluncuran proyek baru adalah perkembangan infrastruktur. Salah satu infrastruktur tersebut yakni moda raya transportasi (MRT) yang jaraknya cukup dekat dari lokasi proyek.

"Dengan pembangunan yang sudah terlihat dan kondisi pasar membaik, ini adalah saat yang tepat untuk meluncurkan produk," kata Wibowo.

Namun, berbeda dengan proyek terdahulu yang menyasar kelas atas, Arumaya cenderung diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah di Jakarta.

Seperti diketahui, Anandamaya saat ini harganya telah mencapai Rp 95 juta per meter persegi.

Sedangkan di Arumaya, harga untuk skema tunai bertahap dibanderol sekitar Rp 35 juta-Rp 41 juta per meter persegi.

Sementara itu, terkait tipe hunian, menurut Wibowo, Arumaya tidak hanya terdiri atas apartemen, tetapi juga ada unit berupa vila yang berada di atas tanah.

"Kami lihat kalau Jakarta Selatan adalah suburb-nya DKI Jakarta. Kalau Anandamaya di pusatnya Jakarta, Arumaya di suburb," sebut Wibowo.

Di suburb ini, lanjut dia, taman-taman lebih banyak dibandingkan di pusat Jakarta. Tidak sedikit juga penduduk Jakarta yang menuju selatan untuk mencari kesegaran di taman-taman.

Hal tersebut yang diangkat di Arumaya dengan komposisi ruang terbuka hijau lebih dari 50 persen lahan yang ada dan menambahkan sejumlah vila.

"Eksperimen itu yang kami ingin bawa meski agak sulit karena keterbatasan tanah. Ada 8 unit  landed, tapi mendapat fasilitas apartemen bahkan akses langsung ke taman," jelas Wibowo.

Tipe-tipe yang tersedia mulai dari apartemen dengan 1 kamar tidur seluas 55 meter persegi, 2 kamar tidur seluas 80-82 meter persegi, dan 3 kamar tidur seluas 117-119 meter persegi.

Adapun untuk vila, luasannya mulai dari 218 meter persegi hingga 298 meter persegi.


EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X