Mahasiswa UGM Raih Emas Asian Young Designer Awards 2018 - Kompas.com

Mahasiswa UGM Raih Emas Asian Young Designer Awards 2018

Kompas.com - 25/01/2018, 20:00 WIB
Alfian Reza Almajid, mahasiswa arsitektur UGM Yogyakarta mengalahkan 513 peserta di ajang Asia Young Designer Awards 2018.Dokumentasi UGM Alfian Reza Almajid, mahasiswa arsitektur UGM Yogyakarta mengalahkan 513 peserta di ajang Asia Young Designer Awards 2018.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Alfian Reza Almadjid, meraih Gold Award kategori Architecture dan Alumni's Choice Award pada final kompetisi desain Asian Young Designer Award (AYDA) 2018.

Penghargaan diberikan pada 19 Januari 2018 di Hotel The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat. 

Dengan konsep desain Pixelle Farm, Alfian mengalahkan 513 peserta dari seluruh Indonesia. Dia mampu menarik perhatian dewan juri saat mempresentasikan konsep desainnya, dan menjadi yang terbaik di antara enam finalis lainnya. 

Ini pemikiran dari konsep desain Pixell Farm adalah membawa sawah ke tengah kota. Konsep ini sekaligus merupakan aktualisasi dari urban farming yang dianggap sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan pertanian bagi masyarakat perkotaan. 

Alfian berkisah, ide awal membuat konsep Pixellate Farm bertolak dari semakin banyaknya alih fungsi lahan pertanian.

"Saya membuat desain ini karena saat ini banyak alih fungsi lahan dan sawah semakin tergerus," ujar Alfian kepada Kompas.com, Kamis (25/1/2018).

Melihat situasi tersebut, Alfian lantas mencoba membawa sawah ke tengah-tengah kota. Ide itu diaplikasikannya dalam tugas akhir yang diberi judul Pixellate Farm.

Konsep desain ini dibuat melalui riset panjang. Selain menampilkan sawah yang ditata secara modern dalam bentuk piksel, ia juga menambahkan elemen lain seperti museum dan research center.

Konsep desain Pixell Farm.Dokumentasi Alfian Konsep desain Pixell Farm.
Tujuannya adalah mempopulerkan kembali konsep urban farming  yakni pertanian modern yang mudah diwujudkan.

Hanya, menurut Alfian, masyarakat perkotaan belum cukup memiliki kesadaran serta perhatian akan pentingnya memiliki lahan hijau.

"Saat ini memang kurang ada awareness. Karena itu melalui desain ini saya ingin mendekatkan pertanian kepada masyarakat di kota dan memicu mereka untuk ikut terlibat dalam hal ini," tutur dia.

Konsep yang futuristik ini, lanjut Alfian, mampu menjawab persoalan yang ada pada era milenial ini.

Meski baru sebatas konsep, ia percaya bahwa dengan kemajuan teknologi dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, desain yang ia buat bisa saja benar-benar diwujudkan.

Namun demikian, untuk mewujudkan konsep desain tersebut diperlukan riset yang lebih mendalam.



EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X