Tahun Ke-9, Home Credit China Tembus Rp 2,093 Triliun - Kompas.com

Tahun Ke-9, Home Credit China Tembus Rp 2,093 Triliun

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 13/11/2017, 09:52 WIB
Kantor Home Credit di Tianjin, China. Arimbi Ramadhiani Kantor Home Credit di Tianjin, China.

TIANJIN, KompasProperti - Bagi masyarakat China, peralihan pembelian produk dari tunai menjadi kredit membutuhkan waktu.

Saat pertama kali ekspansi di Negeri Tirai Bambu tersebut pada 2007, tidak banyak kucuran kredit yang dikeluarkan oleh Home Credit.

Masyarakat China mulai terlihat banyak meminjam uang untuk membeli peralatan elektronik pada 2010.

"Setelah 9 tahun atau pada 2016 kami baru bisa mencetak angka satu miliar yuan," ujar Head of Sales Network Home Credit China Andrea Chuda kepada KompasProperti, di kantor Home Credit Tianjin, China, Selasa (7/11/2017).

Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah, nilai 1 miliar Yuan menjadi Rp 2,093 triliun.

Pencapaian tersebut, kata Chuda, telah melalui berbagai dinamika. Terutama, saat kompetitor Home Credit muncul pada 2014 yang menyebabkan pasar mengalami pergeseran.

Uang yuan.RT.com Uang yuan.
Kemudian, Home Credit meluncurkan beberapa inovasi sehingga volume kucuran kredit meningkat pada 2015. Inovasi ini antara lain dengan menggandeng toko-toko lokal dan merekrut banyak agen.

Tahun ini, kata Chuda, peningkatan volume kredit yang dikucurkan terus berlanjut. Pada April lalu, Home Credit berhasil mengucurkan 6 miliar yuan.

"Kami tidak fokus pada peningkatan, tapi juga menjaga kestabilan. Caranya dengan menjaga relasi dengan toko-toko kecil dan besar," jelas Chuda.

Kredit gawai

Barang-barang yang bisa dibeli secara kredit melalui Home Credit, yaitu gawai, sepeda motor, komputer atau laptop, fashion dan perabot rumah tangga.

Prototipe ponsel Oppo dengan kamera periskop Zoom 5x.Fatimah Kartini Bohang/ KOMPAS.com Prototipe ponsel Oppo dengan kamera periskop Zoom 5x.
Dari seluruh barang tersebut, gawai merupakan yang paling populer dipilih masyarakat China.

"90 persen peminjam dana kita menggunakannya untuk membeli gawai. Kalau sepeda motor kecil hanya 6 persen," sebut Chuda.

Gawai merek Oppo, imbuh dia, memiliki persentase terbesar yakni mencapai 32 persen. Setelah Oppo, gawai yang paling banyak dibeli secara kredit melalui Home Credit adalah Vivo sebesar 25 persen, iPhone 19 persen, dan Huawei 10 persen.

Sedangkan presentase Samsung dan Gionee sama-sama 3 persen.

Sementara itu, untuk laptop, konsumsinya sebesar 19 persen dan setiap tahun terus berkurang.

Hal ini mengingat masyarakat China lebih memilih menggunakan gawai yang dianggap lebih ringkas dibanding laptop.

Ilustrasi baju flanelRamonespelt Ilustrasi baju flanel
Sedangkan persentase terkecil adalah fashion 0,3 persen dan perabot rumah tangga 1,2 persen.

Menurut Chuda, hal tersebut disebabkan masyarakat masih menganut prinsip pembelian secara tunai.

"Mereka menahan diri untuk memakai kredit dengan tenor yang panjang saat membeli fashion dan perabot. Mereka memilih untuk membeli saat sudah punya uang," kata Chuda.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM