Penulis
MOJOKERTO, KompasProperti - Pasar hotel kapsul di Indonesia memang belum se-booming di Jepang. Di negera asalnya, hotel kapsul sudah muncul sejak 1979 dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.
Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niat PT Intiland Development Tbk untuk mengembangkan pasar hotel kapsul di Tanah Air.
Lewat tentakel bisnisnya, Intiwhiz Internasional, hotel kapsul dikembangkan pertama kali bergabung dengan Grand Whiz Trawas di Mojokerto, Jawa Timur.
Presiden Direktur Intiwhiz Moedjianto Soesilo Tjahjono mengungkapkan, Trawas dipilih karena lokasinya yang cukup dingin. Di samping juga lantaran keterbatasan unit kamar hotel yang tersedia, seiring dengan permintaan kamar yang semakin tinggi.
"Permintaan untuk training atau seminar itu bisa sampai 200 kamar. Sementara kita cuma punya 74 kamar di Trawas," kata Moedjianto menjawab pertanyaan KompasProperti, Jumat (10/11/2017) malam.
Grand Whiz Trawas selama ini memang cukup digemari sejumlah perusahaan berskala nasional untuk dijadikan lokasi seminar atau pelatihan.
Selain juga menjadi lokasi favorit bagi keluarga atau mahasiswa yang mencari hotel dengan harga terjangkau namun dengan lokasi resor yang cukup indah.
Berada di Kecamatan Trawas, hotel ini menghadap langsung dengan kawasan Gunung Penanggungan. Sementara di sisi belakang terdapat hamparan sawah hijau nan asri.
Berbeda dari hotel kapsul yang beberapa sudah ada di Indonesia, desain hotel kapsul yang dikembangkan Intiland mengadopsi desain asli yang ada di negara asalnya.
"Memang kita punya kapsul futuristik punya modelnya dan kita impor. Kalau di Jakarta itu saya pernah lihat itu ada tempat tidur lalu dikasih gorden, lebih enggak kedap. Punya kita kedap," kata dia.
Untuk pengembangan tahap awal, baru ada 100 unit hotel kapsul yang disediakan. Nilai investasi yang dibenamkan pun relatif cukup murah bila dibandingkan dengan hotel bintang dua dengan jumlah yang sama.
"Ini sepertiganya hotel bintang dua, cuma Rp 10 miliar," kata dia.
Sejauh ini, ia menambahkan, permintaan hotel kapsul cukup positif. Bahkan, ia mengklaim, sampai akhir tahun nanti sudah full booking.
Tak heran, bila melihat animo masyarakat yang cukup tinggi, Intiwhiz hendak melebarkan sayap hotel kapsul ini ke daerah lain.
"Bulan depan kalau mau ke Bromo, saya juga mau bikin kapsul di Bromo," tutupnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.