Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

London, New York, dan Tokyo, Kota Paling Atraktif di Dunia

Kompas.com, 16 Oktober 2017, 18:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KompasProperti - London, New York, dan Tokyo, terpilih sebagai kota-kota papan atas paling atraktif di dunia versi Global Power City Index (GPCI) yang disponsori lembaga riset The Mori Memorial Foundation’s Institute for Urban Strategies tahun 2017.

Ibu kota Inggris, London, mempertahankan posisi nomor wahidnya selama enam tahun berturut-turut dan mendapat poin tertinggi untuk enam kategori ekonomi, riset dan pengembangan, interaksi budaya, kelayakan, lingkungan, dan aksesibilitas.

Disusul New York di posisi kedua, dan Tokyo merebut posisi ketiga untuk pertama kalinya sejak tahun 2016. Tokyo merangsek ke posisi atas karena nilai interaksi budayanya tertinggi di dunia.

Riset kota atraktif ini kali pertama diluncurkan pada 2008 oleh The Mori Memorial Foundation’s Institute for Urban Strategies.

Laporan tahunan GPCI mengevaluasi dan memberi peringkat 44 kota besar sesuai dengan daya tarik yang menarik individu dan perusahaan kreatif di seluruh dunia.

Kota-kota tersebut dinilai berdasarkan 70 indikator terperinci dalam enam kategor ekonomi, riset dan pengembangan, interaksi budaya, kelayakan, lingkungan, dan aksesibilitas.

Bagaimana dengan kota dunia lainnya?

Paris mengalami penurunan peringkat yang signifikan dalam kategori kelaikan yang sebagian besar disebabkan oleh serangan teroris baru-baru ini.

Namun, kota tuan rumah Olimpiade 2024 dan Paralimpiade ini diperkirakan bakal berada di peringkat atas pada tahun-tahun mendatang melalui penguatan aksesibilitas, dan memulihkan peringkat interaksi budayanya.

Secara keseluruhan, kota-kota di Eropa sangat menghargai kelayakan hidup dan lingkungan. Mereka mempertahankan reputasi sebagai kota yang paling dapat didiami di dunia.

Sementara kota-kota di Aemerika Serikat mempertahankan nilai tertinggi mereka di bidang riset dan pengembangan yang merupakan daya tarik paling utama bagi periset dan inovator.

Sedangkan tujuh kota di Asia paling unggul adalah Beijing, Tokyo, Shanghai dan Hongkong. Mereka masuk 10 besar kategori ekonomi, diikuti Dubai, yang pertama kali tampil dalam laporan tahun ini dan meraih peringkat kuat untuk tarif pajak korporatnya. 

Direktur Eksekutif The Mori Memorial Foundation Hiroo Ichikawa mengatakan, dalam 10 tahun terakhir, laporan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan kota telah berubah sebagai akibat dari perubahan lingkungan makro.

"Laporan kami menunjukkan, keseluruhan kekuatan kota tidak dapat ditentukan oleh satu faktor, seperti ekonomi, namun perlu memperhitungkan banyak faktor yang menentukan kota," kata Ichikawa.

Urbanisasi dan globalisasi yang cepat, tambah dia, menimbulkan tantangan dan peluang bagi kota-kota, sehingga mereka berkembang, dan perlu menilai secara akurat kekuatan dan kelemahan spesifik serta posisi relatif mereka terhadap kota-kota lain.

"Kami percaya laporan GPCI dapat membantu pembuat kebijakan dan perusahaan global mencapai perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih cerdas dalam usaha mereka untuk berkembang di lingkungan global yang sangat kompetitif saat ini," tuntas Ichikawa.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau