Penulis
JAKARTA, KompasProperti - Jelang penerapan elektronifikasi pembayaran tol di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah terus melakukan intervensi agar masyarakat beralih dari sistem pembayaran konvensional.
Bila pada pertengahan September 2017 lalu, jumlah pengguna kartu tol elektronik baru 49 persen, saat ini sudah tembus mencapai 79 persen.
"Secara nasional sampai tanggal 6 (Oktober) kemarin sudah 79 persen, bahkan untuk Jakarta saja sudah mencapai 84 persen," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna kepada KompasProperti, Rabu (11/10/2017).
Herry pun optimistis seluruh masyarakat nantinya akan menggunakan kartu tol elektronik sebagai alat pembayaran di gerbang tol saat Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) diterapkan serentak pada 31 Oktober mendatang.
Saat ini, gardu-gardu pada gerbang tol (GT) juga sudah mulai dialihkan secara bertahap, dari menerima pembayaran konvensional ke elektronik.
Sementara itu, guna medorong masyarakat beralih menggunakan sistem pembayaran elektronik, pemerintah berencana memberikan subsidi bagi mereka yang belum memiliki kartu tol elektronik.
"Misalnya, beli harga Rp 50 ribu, kartu kan harganya Rp 10.000. Nah, kartu itu yang didiskon, jadi ketika beli isinya tetap Rp 50.000," kata Herry.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.