Hunian TOD Bisa Atasi Kekumuhan Kota - Kompas.com

Hunian TOD Bisa Atasi Kekumuhan Kota

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 10/10/2017, 20:00 WIB
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau Wika bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengembangkan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/10/2017). Arimbi Ramadhiani PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau Wika bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengembangkan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/10/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendukung pembangunan hunian berkonsep transit oriented development ( TOD).

Menurut dia, hunian TOD ini bisa mengatasi permasalahan perkotaan di jakarta, termasuk kawasan kumuh.

"Kalau di pedesaan kan asri, kalau di kota banyak yang kumuh. Saya sampaikan, (TOD) ini bisa menata kota untuk hilangkan kekumuhan kota apalagi Jakarta sebagai ibu kota," ujar Basuki saat peresmian TOD Stasiun Senen, Selasa (10/10/2017).

Basuki menuturkan, Pasar Senen bukan satu-satunya lokasi yang dibangun hunian TOD. Pada hari yang sama, Basuki bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga meresmikan pembangunan hunian TOD Stasiun Juanda dan Tanah Abang.

Antrean pembeli apartemen TOD Pondok Cina (Pocin), Depok, Senin (2/10/2017).Arimbi Ramadhiani Antrean pembeli apartemen TOD Pondok Cina (Pocin), Depok, Senin (2/10/2017).
Sebelumnya, para menteri ini juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan hunian TOD Stasiun Tanjung Barat dan Pondok Cina.

"Saya ucapkan terima kasih kepada BUMN-BUMN yang sediakan hunian TOD, saya harapkan tidak hanya Jakarta tapi seluruh Indonesia khususnya di perkotaan," kata Basuki.

Pembangunan hunian TOD Pasar Senen ini dilakukan atas kerja sama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau Wika dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai pemilik lahan.

Wika membangun sebanyak 480 unit rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 882 unit apartemen untuk masyarakat menengah ke bawah. Secara total, jumlah apartemen yang dibangun sebanyak 1.362 unit.

Selain itu, Wika juga membangun kawasan komersial yang berada di atas lahan seluas 8.560 meter persegi milik KAI.

Pengembangan kawasan dengan nilai investasi sekitar Rp 500 miliar tersebut akan berlangsung selama 4 tahun dengan jangka waktu kerja sama usaha selama 50 tahun.

Penumpang KRL memadati peron di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Penumpang KRL memadati peron di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2017).
Sementara itu di Stasiun Juanda, hunian yang dibangun 2 menara yang mencakup 627 unit di atas lahan 5.903 meter persegi. Dari total unit tersebut sebanyak 171 unit diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Adapun di Tanah Abang, 2 menara apartemen akan dibangun di tanah seluas 4 hektare dengan total 1.100 unit. Sebanyak 35 persen di antaranya diperuntukkan bagi MBR.

Baik hunian TOD Juanda maupun Tanah Abang, dibangun PT PP (Persero) Tbk yang juga bekerja sama dengan KAI sebagai pemilik lahan.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM