Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan di Balik Bantuan Kredit Mikro Perumahan untuk 16 Provinsi

Kompas.com, 2 Oktober 2017, 18:00 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KompasProperti - Guna mengurangi angka kebutuhan rumah atau backlog, pemerintah meluncurkan program penyaluran kredit mikro bagi masyarakat berpenghasilan (MBR) tidak tetap di 16 provinsi.

Namun, tidak semua provinsi yang menerima bantuan itu, merupakan provinsi dengan tingkat backlog tertinggi.

Berdasarkan data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, angka backlog pada 2015 lalu mencapai 11,4 juta unit.

Adapun provinsi dengan angka backlog tertinggi yakni Jawa Barat (2.320.197 unit), DKI Jakarta (1.276.424 unit), Sumatera Utara (1.033.147 unit), Jawa Timur (950.557 unit), dan Jawa Tengah (785.061 unit).

Dari 16 provinsi penerima bantuan, hanya Sumatera Utara dan Jawa Timur yang tercatat sebagai provinsi dengan angka backlog tertinggi. 

"Kami melihat kesiapan daerah masing-masing, jadi bukan sekedar dari angka backlognya," kata Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan, Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Eko D Heripoerwanto, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Ke-14 provinsi lainnya yaitu Kepulauan Riau (163.566 unit), Jambi (140.120 unit), Sumatera Selatan (350.655 unit), Lampung (200.825 unit), dan Bengkulu (69.624 unit).

Kemudian, Banten (584.263 unit), Bali (241.599 unit), Kalimantan Barat (121.998 unit), Kalimantan Selatan (212.633 unit), Gorontalo (53.296 unit), Sulawesi Tengah (94.827 unit), Sulawesi Selatan (287.279 unit), Sulawesi Tenggara (86.735 unit), dan Maluku (79.943 unit).

Untuk proyek percontohan ini, Eko menambahkan, baru 3.500 unit rumah yang nantinya akan mendapatkan bantuan.

Oleh karena itu, ia berharap, agar realisasi program kerja yang menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) dalam penyaluran kredit ini, dapat berjalan maksimal.

"Karena bagaimana pun juga manajemen proyek ini harus rapi, karena tidak ada istimewanya. Artinya, untuk administrasi pertanggungjawaban tetap seperti pekerjaan lain, dan ini harus selesai di bulan Desember. Kalau pemda tidak cukup siap, itu akan ganggu kinerja kementerian," tutur Eko.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau