Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Desain Baru Pasar Cinde Sudah Disiapkan

Kompas.com, 11 September 2017, 12:11 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KompasProperti - Sejak awal, rencana revitalisasi Pasar Cinde di Palembang, telah menuai pro dan kontra. Terlebih, setelah pasar tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan SK Wali Kota Palembang.

Direktur Utama PT Aldiron Hero Group Atar Tarigan mengatakan, hingga kini belum jelas desain mana yang akan digunakan dalam revitalisasi tersebut. Hanya, Aldiron, selaku pengembang telah menyiapkan desain baru guna mempertahankan nilai cagar budaya Pasar Cinde.

Baca: Pemerhati Cagar Budaya: Harus Ada Perlakuan Khusus untuk Pasar Cinde

Dalam desain baru yang dirancang, pengembang mempertahankan fasad atau bagian depan bangunan yang ada. Menurut Atar, mempertahankan fasad merupakan hal yang mafhum digunakan dalam proses revitalisasi cagar budaya.

"Usulan dari temen-temen ini, jadi tinggalkan area fasad. Artinya, nilai historisnya masih ada. Beberapa contoh banyak dilakukan di luar negeri, kami juga studi banding ke Makassar, banyak yang seperti itu," kata Atar kepada KompasProperti di Jakarta, Sabtu (9/9/2017) malam.

Dalam desain, Pasar Cinde dirancang setinggi 15 lantai. Selain akan difungsikan sebagai pasar modern, Pasar Cinde juga dilengkapi dengan apartemen sederhana tiga lantai hingga fasilitas water park.

Baca: Pasar Cinde, Kawasan Bersejarah Lintas Budaya...

Atar menjelaskan, area pasar modern itu nantinya berada di lantai dasar. Para pedagang yang selama ini telah berjualan di Pasar Cinde, dijamin akan dapat berjualan kembali di area pasar modern.

"Sesuai janji Pak Gubernur, 887 (pedagang) itu digaransi mendapatkan tempat di bangunan baru, dengan harga sewa yang sudah disepakati dan sudah di-SK-kan," kata dia.

Selain itu, Pasar Cinde juga akan dilengkapi lifestyle mall dua lantai untuk menggaet pengunjung, serta enam lantai trade center. Untuk menampung kendaraan pengunjung, juga disediakan empat lantai area parkir yang dapat menampung sekitar 800 unit kendaraan.

Untuk area trade center, Atar menambahkan, nantinya akan dijadikan sebagai lokasi pusat perdagangan songket dan batik khas Palembang. Selain itu, juga akan disediakan galeri mini yang menampilkan sejarah Pasar Cinde.

"(Untuk pasar modern) itu akan identik 99 persen, seperti BSD dan PIK, itu kita mengacu ke sana. Jadi pasar bersih dan nyaman, karena pasar itu sudah ada SNI-nya," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sempat melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika mendengar kabar pasar tersebut hendak direnovasi, tahun lalu.

Tak hanya dari kalangan arsitek, masyarakat Palembang juga menggalang dukungan penolakan renovasi pasar tersebut.

Salah di antaranya yaitu dengan melayangkan petisi dan membentuk komunitas #SavePasarCinde.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau