Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terangi 6 Desa di Sumatera Utara, Philips Tanam 447 Titik Lampu Baru

Kompas.com, 5 September 2017, 15:53 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

MEDAN, Kompas.com - Usai mengumumkan rencana perluasan instalasi pencahayaan LED tenaga surya di 25 desa yang belum dialiri listrik pada Rabu (2/8/2017), Philips Lighting Indonesia (Philips) berhasil merampungkan implementasi tahap pertama program "Kampung Terang Hemat Energi" tersebut di Sumatera Utara.

Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini telah dimulai pada 2015. Di Sumatera Utara, Philips tercatat telah menciptakan 447 titik lampu baru untuk perumahan, fasilitas umum dan jalan desa bagi sekitar 1.600 orang di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat.

Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar menuturkan, program "Kampung Terang Hemat Energi" ini telah berhasil menjadi substitusi penggunaan lampu minyak tanah dan lilin dengan sistem pencahayaan LED berbasis tenaga surya.

"Kini, penduduk desa memiliki akses terhadap sumber pencahayaan berkelanjutan yang memungkinkan mereka untuk meneruskan aktivitas hingga malam hari,” kata Rami, usai seremoni penyerahan Lampu LED Tenaga Surya secara simbolis kepada Pemkab Deli Serdang, dan Pemkab Langkat, di Medan, Selasa (5/7/2017).

Philips memberikan sistem pencahayaan tenaga surya untuk rumah Philips LifeLight, lampu jalan LED yang terintegrasi dengan panel surya untuk menerangi jalan desa, serta Solar Indoor Sistem yang dapat dipasang di rumah dan fasilitas umum.

Program “Kampung Terang Hemat Energi” di Sumatera Utara ini mencakup 11 dusun di enam desa. Termasuk Desa Sukadame, Naga Timbul, Ketangkuhen dan Rumah Sumbul di Kabupaten Deli Serdang serta desa Namo Sialang dan Sei Serdang di Kabupaten Langkat.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Kabupaten Deli Serdang R Refis memastikan akan mendukung setiap implementasi tanggung jawab perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

"Kami membantu menyediakan tiang listrik melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Philips menyediakan lampunya," ujar Refis.

Program Director Kopernik Nonie Kaban yang merupakan mitra lokal Philips menambahkan, desa sasaran di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat memang belum dialiri listrik.

"Desa-desa ini belum menjadi sasaran program pemerintah untuk dialiri listrik oleh PLN," ucap Nonie.

Selain di Sumatera Utara, program "Kampung Terang Hemat Energi” diharapkan dapat menerangi desa-desa yang belum teraliri listrik di Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku.

Philips Lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru dalam periode ini, yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang tercipta pada periode program tahun 2015 di Sulawesi Selatan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau