Belum Diluncurkan, Rumah Subsidi Dipesan 300 Orang - Kompas.com

Belum Diluncurkan, Rumah Subsidi Dipesan 300 Orang

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 09/08/2017, 19:55 WIB
Rumah contoh precast yang dibangun Perum Perumnas di Klender, Jakarta. Gambar diambil Selasa (18/7/2017).Arimbi Ramadhiani Rumah contoh precast yang dibangun Perum Perumnas di Klender, Jakarta. Gambar diambil Selasa (18/7/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Perum Perumnas akan meluncurkan rumah subsidi seharga Rp 100 jutaan di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (12/8/2017) mendatang.

Meski belum diluncurkan, warga Bogor sudah mulai menyatakan tanda minat melalui pengambilan Nomor Urut Pemesanan (NUP) sebesar Rp 1 juta di proyek bernama Sentraland Dramaga tersebut.

"Kami sudah buka NUP dan perkenalkan ke pasar dan sudah ada 300 peminat yang mendaftar," ujar Manajer Proyek Sentraland Dramaga Prima Ramadhian di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Ia mengatakan, proyek ini berada di lahan seluas 38 hektar. Dengan luas tersebut, diproyeksikan kawasan ini akan dibangun rumah sebanyak 3.000 unit.

Dari total unit tersebut, sebanyak 68 persen diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) karena merupakan rumah subsidi.

Tipenya mulai dari 21/60, 28/60, hingga 36/84 dengan harga masing-masing Rp 120 juta, Rp 127 juta, dan Rp 141 juta.

Selain subsidi, kata Prima, Perumnas juga menyediakan rumah komersial dengan tipe 36/72 seharga Rp 200 juta.

"Untuk target penjualan akhir tahun ini diharapkan bisa mencapai 1.000 unit," kata Prima.

Sementara itu, untuk profil penjual sendiri, imbuh dia, mayoritas berasal dari Bogor. Sedangkan sisanya ada yang berasal dari Banten, antara lain Parung Panjang dan Serpong. Selain itu ada pula pembeli dari Jakarta.

Kamar tidur di dalam rumah contoh pracetak milik Perumnas. Gambar diambil Selasa, (18/7/2017). Arimbi Ramadhiani Kamar tidur di dalam rumah contoh pracetak milik Perumnas. Gambar diambil Selasa, (18/7/2017).

Teknologi pracetak

Tidak seperti pada umumnya, rumah ini menggunakan teknologi pracetak. Sentraland Dramaga sekaligus menjadi proyek perdana Perumnas yang menggunakan teknologi tersebut.

Meski dibangun secara pracetak, rumah ini diklaim tahan terhadap gempa. Selain itu, penggunaan teknologi pracetak juga dalam rangka Perumnas mendukung program Sejuta Rumah.

Sebelumnya, Perumnas telah melakukan uji coba pada 2 rumah contoh pracetak.
Hasilnya menunjukkan, penggunaan beton pracetak dengan tebal dinding 7 sentimeter pada rumah tapak ini dapat menurunkan harga konstruksi.

Sebelumnya, harga konstruksi sebesar Rp 1,8 juta per meter persegi menjadi berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta per meter persegi.

Sedangkan dari segi kesiapan, dinding beton pracetak ini memiliki tekstur halus dan siap pengecatan.

Selain mudah dan cepat pembangunannya, alat pracetaknya juga mudah dipindahkan.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM