Pengembang Woodland Park Jadikan TOD Nilai Jual - Kompas.com

Pengembang Woodland Park Jadikan TOD Nilai Jual

Kompas.com - 07/08/2017, 15:46 WIB
Woodland Park Residence, dibangun hanya sejengkal dari Stasiun KRL Duren Kalibata. Dok Woodland Park Woodland Park Residence, dibangun hanya sejengkal dari Stasiun KRL Duren Kalibata.

Jakarta, KompasProperti - Achmad Setiadi, Direktur PT Pardika Wisthi Sarana, pengembang apartemen Woodland Park Residence, Kalibata, mengakui bahwa konsep Transit Oriented Development ( TOD) akhir-akhir makin menjadi tren yang "dijual" oleh developer. TOD dinilai sesuai kebutuhan pasar properti yang membutuhkan hunian di tengah carut-marutnya kemacetan Jakarta. 

Achmad mengatakan, pengembang membangun properti berkonsep TOD atau paling tidak dekat dengan TOD untuk memudahkan akses penghuni apartemen menuju tempat kerja. Dengan ketersendatan lalu lintas setiap hari, konsep TOD diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan itu.

"Ini kan pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti busway, kereta api listrik, Light Rail Transit atau LRT, yang juga dilengkapi dengan jaringan pejalan kaki dan sepeda. Arahnya, pengembangan infrastruktur itu akan mengikuti target pengembangan Smart Sustainable City yang sedang dikerjakan oleh pemerintah pusat," ujar Achmad, Senin (7/8/2017).

Untuk itu, lanjut dia, proyek milik perusahaannya, yaitu Woodland Park Residence, dibangun hanya "sejengkal" dari Stasiun KRL Duren Kalibata. Hunian vertikal ini ini juga terintegrasi dengan Transjakarta untuk rute Stasiun Duren Kalibata – UKI, rute Stasiun Duren Kalibata – Kuningan Barat serta Transjakarta Koridor 7B jurusan Kampung Rambutan – Blok M.

"Bahkan, mulai 1 Agustus 2017 nanti sudah tersedia Airport Shuttle Connection dengan dengan rute apartemen dan bandara dan sebaliknya," kata Achmad.

Saat ini pembangunan apartemen di lahan seluas 3,2 hektar itu sudah rampung. Apartemen dengan investasi sekitar Rp 600 miliar ini terdiri dari 7 tipe unit apartemen mulai studio sampai townhouse dan penthouse. Harga dibanderol mulai Rp 800 jutaan (tipe studio) hingga Rp 6,5 miliar untuk tipe termahal (penthouse).

Pompi Ardana, Head of Marketing Communication PT Pardika Wisthi mengatakan, saat ini merupakan momen yang tepat untuk menanamkan investasi di apartemen, khususnya apartemen yang kondisinya 100 persen siap huni. Ada peluang menarik bagi investor atau end user yang ingin menyewakan unitnya.

"Ada yield sewa sebesar 6 persen sampai 8 persen setiap tahun, dan itu akan ditambah dengan peningkatan capital gain yang naik tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir," ujar Pompi.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X