Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setiap Tahun, Permukaan Tanah Jakarta Turun 5-12 Sentimeter

Kompas.com, 27 Juli 2017, 12:06 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KompasProperti - Setiap tahun, tinggi permukaan tanah DKI Jakarta mengalami penurunan antara 5 hingga 12 sentimeter. Karena itu pemerintah menggandeng Jepang untuk mengatasi persoalan tersebut.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso menjelaskan, ada tiga faktor penyebab permukaan tanah turun, yaitu beban berlebihan akibat pembangunan gedung, pemadatan tanah, dan pengambilan air tanah.

"Kalau air tanah diambil secara berlebihan, maka akan terjadi rongga dan itu akan menyebabkan turun," kata Imam usai penandatanganan kontrak kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency, di Kantor Kementerian PUPR, Kamis (27/7/2017).

Jepang menjadi salah negara yang digandeng pemerintah dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), untuk mengatasi persoalan penurunan tanah itu.

Selain Jepang, pemerintah juga menggandeng Korea (KOICA) dan Belanda (Ministry of Infrastructure and Environment, MIE).

Imam mengatakan, Ditjen SDA memiliki catatan penurunan tanah yang terjadi setiap tahun di Jakarta. Catatan tersebut berasal dari patok penanda yang dipasang di daerah Pluit, Jakarta Utara.

"Kalau tidak distop Jakarta tenggelam karena air masuk. Bayangkan saja kalau tahun 2030, berarti 10 tahun hampir 1,2 meter. Hampir di Monas banjirnya," kata dia.

Senior Representative JICA Indonesia Office, Tetsuya Harada mengatakan, Jepang pernah mengalami persoalan serupa yang terjadi di Tokyo, akibat laju pertumbuhan ekonomi yang cepat.

"Namun sejak Jepang memperkenalkan peraturan tentang pengamanan sumber air alternatif untuk perindustrian dan peraturan tetnang penggunaan air bersih, Jepang berhasil menekan laju penurunan tanah sejak tahun 1970-an," kata dia.

Menurut Tetsuya, Jepang dan Tokyo memiliki banyak kesamaan, seperti kondisi sosial, bentuk sungai serta saluran drainase. Ia berharap, melalui kerja sama dalam bentuk hibah konsultasi teknik, dapat memperlambat lajut penurunan tanah di Jakarta.

Nantinya, tim teknis itu akan bekerja selama tiga tahun. Hasil kajian yang dilakukan akan diserahkan kepada pemerintah DKI Jakarta, sebagai bahan kajian untuk pengambilan keputusan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau