Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Manakah Pencakar Langit Termahal di Dunia?

Kompas.com, 19 Juli 2017, 06:00 WIB
Dani Prabowo

Penulis

KompasProperti - Gedung pencakar langit di Hongkong dengan nilai kapital Rp 1,146 miliar per meter persegi, menjadi aset properti komersial termahal di dunia menurut Indeks Skyscraper Knight Frank terbaru.

Di posisi kedua diduduki Tokyo seharga Rp 702 juta per meter persegi, dan disusul Manhattan seharga Rp 530 juta per meter persegi.

"Harga sewa gedung pencakar langit tertinggi di dunia ada di Hongkong, sekaligus terjadi kekurangan ketersediaan lahan untuk pengembangan di masa depan," kata Andrew Sim, Head of Global Capital Markets Knight Frank, seperti dikutip dari Property-Report, Senin (17/7/2017).

Tingginya harga sewa di kota-kota yang menjadi pusat keuangan seperti Shanghai, Singapura, Manhattan, dan London, disebabkan lantaran tingginya permintaan akan ruang pada bangunan pencakar langit di sana oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan.

Di San Fransisco, misalnya, nilai sewa rata-rata bangunan komersial di sana mencapai Rp 358 juta per meter persegi, yang membuat kota tersebut berada di peringkat keempat.

Di posisi selanjutnya ada Sydney Rp 351 juta per meter persegi, London dengan Rp 286 juta per meter persegi, dan Singapura Rp 272 juta per meter persegi.

"Namun, harga untuk gedung-gedung tinggi di Sydney, Melbourne dan Taipei kemungkinan akan bergerak lebih cepat dalam dua tahun ke depan. Kami berharap para investor dapat melihat aset piala di luar pusat keuangan utama," kata Sim.

Pada awal tahun ini, Hongkong juga menduduki posisi tertinggi untuk harga sewa gedung perkantoran pencakar langit berdasarkan Indeks Knight Frank.

Harga sewa bangunan komersial di kawasan China SAR (Special Administrative Region) rata-rata mencapai Rp 43,4 juta per meter persegi per tahun.

Berikut gambaran tentang bagaimana gedung pencakar langit di Asia dibandingkan dengan gedung pencakar langit di belahan dunia lainnya, berdasarkan nilai komersial bangunan:

Daftar kota dengan harga gedung pencakar langit tertinggi.Property-Report Daftar kota dengan harga gedung pencakar langit tertinggi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau