Pusat BelanjaTak Perlu Khawatir dengan "Online Shop" - Kompas.com

Pusat BelanjaTak Perlu Khawatir dengan "Online Shop"

Dani Prabowo
Kompas.com - 15/07/2017, 23:30 WIB
Ilustrasi pusat perbelanjaanKOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi pusat perbelanjaan

JAKARTA, KompasProperti - Kendati bisnis jual beli daring atau online tengah menggeliat, namun pengaruhnya tidak begitu signifikan terhadap mal atau pusat belanja fisik.

Terutama, bagi mal yang menawarkan konsep lifestyle kepada para pengunjungnya.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menilai, pada dasarnya mal adalah suatu tempat yang menjadi lokasi tujuan bagi masyarakat.

Dalam hal ini, masyarakat dapat melakukan kegiatan apapun, mulai dari berbelanja, mengambil uang ke anjungan tunai mandiri (ATM), hingga mengantar anak mereka pergi ke tempat les.

"Jadi, orang itu perlu ke mal secara fisik berada di mal. Kalau online itu kan orang hanya ada di depan handphone," kata Ferry dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Baca: Glodok, Nasibmu Kini...

Terlebih bagi mal yang mengusung konsep lifestyle, mereka memiliki kelebihan yaitu biasanya menyediakan tempat makan atau restoran yang representatif bagi pengunjung untuk dapat bersosialisai dan berinteraksi dengan rekan-rekan mereka.

"Food and beverage itu masih menjadi main affection," kata Ferry.

Meski demikian, Ferry mengingatkan, agar para pengembang dapat meningkatkan strategi untuk menggaet minat masyarakat bertandang ke tempat mereka.

Pasalnya, di tengah menjamurnya mal di Jakarta, saat ini sejumlah pengembang juga tengah menyiapkan beberapa mal baru.

Baca: Runtuhnya Pamor Glodok, karena Dua Hal Ini...

Agung Podomoro Land misalnya, menyiapkan dua mal sekaligus yaitu New Harco Plaza di Jakarta Barat dan Shopping Mall @ Pancoran di Jakarta Selatan.

Sementara di Jakarta Timur, Metropolitan Land dan Aeon tengah menyiapkan Aeon Jakarta Garden City di wilayah Cakung.

"(Salah caranya yaitu) mal enggak perlu mempertahannkan tenant besar, kalau mereka enggak perform. Perlu dipikirkan untuk diganti atau dikurangi dan digabung dengan tenant baru," ujarnya.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X