Penulis
JAKARTA, KompasProperti - Tak sedikit pedagang yang berjualan di Pasar Glodok, juga membuka lapak dagangan secara daring atau online shop.
Kendati, kondisi pasar yang tersohor antara tahun 1980-2000-an itu kini relatif sepi, namun proses jual beli itu tetap ada dengan cara berbeda.
"Enggak semuanya sih, kami belum tahu berapa banyak yang buka online. Karena salah satu cara (untuk bertahan) ya begitu," kata Asisten Manager Pasar Glodok PD Pasar Jaya, Aswan, kepada KompasProperti, Jumat (14/7/2017)
Saat KompasProperti menyambanginya, suasana relatif sepi nyaris di seluruh koridor. Tak banyak pedagang yang membuka kios mereka yang berada di lantai 3,4, dan 5.
Aktivitas perdagangan pusat perbelanjaan di Plaza Elektronik, Glodok, Jakarta barat, Rabu (14/7/2017). Meskipun perdagangan berjalan normal, kian hari pasar ini semakin sepi pembeli. Bahkan beberapa kios sudah beralih fungsi menjadi gudang untuk menyimpan dagangan."Mereka kan juga punya usaha kan di luar daerah. Kalau di luar daerahnya bagus, mereka terus lakukan permintaan barang," kata dia.
Sebagai gantinya, kios yang ada di Glodok ini difungsikan sebagai kantor pusat. Bila ada pesanan, baik itu secara online maupun dari daerah, maka pesanan itu akan diteruskan ke Glodok.
"Jadi kantor pusat distribusi barang itu ya tetap di sini," ujarnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.