Penulis
SEMARANG, KompasProperti - Proyek pengendalian banjir lahar dingin erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, segera tuntas. Proyek pekerjaan Sabo saat ini telah mencapai 92 persen.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Budie Yuwono, mengatakan pekerjaan yang dimulai pada 20 November 2015 ini tersisa kurang 8 persen lagi.
"Kami targetkan selesai 8 November 2017 mendatang," kata Prasetyo, Rabu (12/7/2017).
Proyek pengendalian banjir lahar dingin Gunung Merapi dikerjakan oleh kontraktor gabungan PT Wijaya Karya (persero) Tbk, dan PT Brantas Abipraya (persero) yang bermitra dengan JICA, kontraktor asal Jepang.
Seluruh paket pekerjaan itu dikerjakan secara tahun jamak dengan anggaran Rp 283 miliar.
"Dam Sabo dirancang untuk mengalirkan lahar dengan kapasitas 640 kilometer per kubik," tambah Prasetyo.
Proyek Sabo dimulai sejak bencana banjir lahar dingin di alur Sungai Kaliputih Magelang pada 2010 lalu.
Paket pekerjaan tanggul itu memanjang hingga 2,77 kilometer. Tujuannya agar mampu menahan aliran banjir lahan dingin dari Gunung Merapi.
Banjir lahar dingin Merapi sendiri diprediksi terjadi tiap lima tahun hingga sepuluh tahun sekali.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.