Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Petuah Jepang agar Properti Anda Laku

Kompas.com, 12 Juli 2017, 20:00 WIB
Dani Prabowo

Penulis

TANGERANG, KompasProperti - Kendati kondisi pasar properti pada kuartal kedua 2017 masih lesu, hal tersebut tak boleh mempengaruhi pengembang dalam merampungkan proyek yang mereka garap.

Pengembang harus tetap menjaga kepercayaan konsumen, sebagai langkah antisipasi bila kondisi membaik.

Merujuk data Colliers International Indonesia, pertumbuhan rata-rata penjualan untuk sektor apartemen di Jakarta, belum menunjukkan angka yang signifikan.

Kenaikan take up rate pada kuartal II-2017 hanya 84,86 persen atau turun 1,04 persen bila dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara, bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu pada kuartal yang sama, terjadi penurunan 1,05 persen.

Menurut Direktur PT Tokyu Land Indonesia Tai Horikawa, lesunya sektor properti di Indonesia sudah terjadi sejak 2015-2016 lalu.

"Tokyu Land sendiri pun juga terkena dampak tersebut, namun berkat kepercayaan konsumen, penjualan masih tetap berjalan lancar," kata Horikawa usai kegiatan tutup atap BRANZ BSD di BSD City, Tangerang, Selasa (12/7/2017).

Dia mengatakan, untuk dapat menumbuhkan sektor properti, maka pengembang berkewajiban menjaga kepercayaan konsumen. Dalam hal ini, menjaga agar pengerjaan proyek selesai tepat waktu.

Sejauh ini, ada dua proyek yang tengah dikerjakan Tokyu Land Indonesia. Pertama, BRANZ BSD yang telah dimulai pengerjaannya sejak 2015 dan ditargetkan rampung awal 2018.

Proyek kondominium yang dibangun di atas lahan seluas 5,3 hektar itu rencananya sebanyak 3.000 unit yang terdiri atas dua kamar tidur dan tiga kamar tidur.

Drop off area, apartemen Branz SimatupangTokyu Land Drop off area, apartemen Branz Simatupang

Sedangkan, proyek kedua yaitu BRANZ Simatupang yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Tutup atap proyek yang dirancang sebanyak dua menara dengan 381 unit ini, ditargetkan paling lambat akhir 2018.

"Lancarnya pembangunan tersebut, menumbuhkan rasa kepercayaan kepada kami," kata dia.

Selain kepastian waktu penyelesaian, pengembang juga harus dapat memastikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan maksimal.

Untuk menjaga kualitas produk mereka, pengembang asal negara matahari terbit itu menggunakan teknologi Jepang dalam membangun kedua apartemen itu.

Horikawa menilai, masyarakat Indonesia dewasa ini mulai memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kualitas hidup.

Karena itu, mengimplementasikan teknologi berkualitas di sektor properti juga dapat menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau