Tutup Atap BRANZ Simatupang Ditargetkan 2018 - Kompas.com

Tutup Atap BRANZ Simatupang Ditargetkan 2018

Dani Prabowo
Kompas.com - 12/07/2017, 17:23 WIB
Drop off area, apartemen Branz SimatupangTokyu Land Drop off area, apartemen Branz Simatupang

TANGERANG, KompasProperti - Pembangunan apartemen BRANZ Simatupang di wilayah selatan Jakarta terus dikebut. Pengembang asal Jepang yang membangun apartemen itu, PT Tokyu Land Indonesia, menargetkan tutup atap dilakukan tahun depan.

Direktur PT Tokyu Land Indonesia Tai Horikawa mengakui, progres pembangunan BRANZ Simatupang yang telah dimulai sejak 2016 lalu, sedikit berbeda dengan BRANZ BSD. 

"Tapi rencananya, paling cepat awal tahun 2018 atau paling lambat di akhir tahun kami berharap sudah dapat melakukannya (tutup atap)," kata Horikawa usai kegiatan tutup atap BRANZ BSD di BSD City, Selasa (12/7/2017).

Apartemen BRANZ Simatupang dibangun di atas lahan seluas 15.000 meter persegi dengan total luas bangunan 81.000 meter persegi. Dengan dua bangunan utama, jumlah unitnya adalah 381 unit.

Horikawa menyebut, minat masyarakat dalam membeli apartemen yang berada di koridor TB Simatupang itu cukup tinggi. Terbukti, dari dua menara yang ditawarkan, satu menara di antarannya sudah terjual habis.

"Satu menara lainnya sudah setengah penjualan," ujarnya.

Untuk menggenjot penjualan, berbagai langkah pemasaran pun dilakukan. Salah di antaranya yaitu dengan menampilkan tur virtual reality (VR) dari fasilitas-fasilitas yang tersedia di galeri pemasaran BRANZ Simatupang.

Teknologi HTC Vive head-mounted menampilkan tur VR melalui laser yang dipasang di dalam anjungan berukuran lebar 3 meter x panjang 3 meter x tinggi 2 meter.

Pengunjung akan merasakan keselarasan gambar yang ada di dalam perangkat pendengaran dengan yang tampil pada layar. Keselarasan gambar ini berasal dari sajian tur VR atas fasilitas yang ada.

HTC Vive adalah merek dagang terdaftar milik HTC Corporation dan sistem ini dikembangkan oleh agen periklanan J&F Advertising Inc. yang bekerja sama dengan CG Development Studio.

Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia Keiji Saito menjelaskan, konsep dan sketsa yang digambarkan ke konsumen adalah representasi dari kondominium versi akhir.

Tidak hanya itu, sistem VR yang baru saja dibuat ini, akan memperlihatkan visualisasi kediaman lengkap dari sudut ke sudut dengan kondisi selesai dibangun.

“Perangkat dengar memungkinkan pelanggan merasakan area-area yang sedang dalam proses konstruksi, termasuk ruangan-ruangan umum seperti pintu masuk, lobi, begitu juga lobi utama dengan udara terbuka, teras taman dengan kolam renang dan area penjemputan yang luas,” tutur Keiji dalam keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Senin (27/2/2017).

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X