Meski Penjualan Apartemen Turun, Pengembang Ogah Potong Harga - Kompas.com

Meski Penjualan Apartemen Turun, Pengembang Ogah Potong Harga

Dani Prabowo
Kompas.com - 12/07/2017, 08:13 WIB
Ilustrasi apartemen. Ilustrasi apartemen.

JAKARTA, KompasProperti - Permintaan masyarakat terhadap sektor apartemen di Jakarta pada kuartal kedua 2017 belum terlalu baik.

Meski demikian, kondisi tersebut tak serta merta membuat pengembang menurunkan harga untuk mendorong pertumbuhan transaksi penjualan.

Menurut Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, pengembang lebih memilih memberikan ekstra diskon kepada masyarakat dari pada menurunkan harga.

"Karena apa, karena image. Kalau harga diturunin itu, udah enggak bagus untuk suatu project," kata Ferry dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Bila dilihat dari pertumbuhan rata-rata, kenaikan take up rate pada kuartal kedua 2017 hanya 84,86 persen.

Artinya, terjadi penurunan 1,04 persen bila dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini yaitu 85,91 persen atau turun 1,05 persen bila dibandingkan kuartal yang sama tahun 2016 yaitu 85,90 persen.

Untuk menggaet minat masyarakat dalam membeli apartemen, pengembang lebih memilih memberikan kemudahan fasilitas pembayaran kepada pembeli serius, bila dibandingkan dengan menurunkan harga.

Colliers mencatat, pertumbuhan harga rata-rata 1 persen bila dibandingkan kuartal sebelumnya, dan 4,5 persen bila dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Harga rata-rata apartemen di kawasan Central Business District Jakarta kuartal kedua tahun ini yaitu Rp 50,07 juta per meter persegi.

Sedangkan di wilayah Jakarta Selatan tercatat Rp 37,7 juta per meter persegi. Adapun untuk area non primer senilai Rp 24,3 juta per meter persegi.

Faktor Penyebab

Ada beberapa faktor penyebab kurang bergairahnya pasar apartemen di Jakarta. Pertama, para pembeli dari kalangan investor memilih menunggu kebijakan properti yang hendak digulirkan gubernur dan wakil gubernur terpilih yang memenangi Pilkada DKI 2017.

Kedua, meski program tax amnesty telah berakhir, hal tersebut tidak serta merta berpengaruh terhadap kenaikan pasar market apartemen.

Hal itu disebabkan lantaran dana repatriasi masih tersimpan di bank dan tidak dialihkan kepada investasi apartemen.

Sementara itu, hingga akhir Juni 2017, ada 340 unit apartemen yang telah masuk ke pasar Jakarta.

Ratusan apartemen itu berasal dari tiga proyek yaitu Senopati Suites 3 yang dikembangkan Mahkota Asiana Graha sebanyak 54 unit.

Sisanya, 174 unit merupakan bagian dari proyek Veranda Apartement yang dikembangkan PT Mutirara Puri Indah dan 112 unit merupakan milik The Hamilton yang dikerjakan Intiland.

"Tercatat, hingga semeseter pertama 2017 sebanyak 3.130 unit apartemen telah terjun ke pasar atau sekitar 14,7 persen dari perkiraan total unit apartemen masuk pasar hingga akhir tahun ini," ujarnya.

Masih pada kuartal kedua tahun ini, ia menambahkan, rencananya akan diperkenalkan dua proyek apartemen baru, yaitu Prosperity Residence (The Lotus) yang terdiri atas 272 unit dan The Stature Jakarta yang terdiri atas 83 unit.

 

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM