Jalur Selatan Disiapkan untuk Mudik Lebaran 2018 - Kompas.com

Jalur Selatan Disiapkan untuk Mudik Lebaran 2018

Dani Prabowo
Kompas.com - 08/07/2017, 14:21 WIB
Kondisi arus lalu lintas di exit Tol Tingkir, Salatiga pada Kamis (29/6/2017) sore, petugas memprioritaskan kendaraan dari arah Karanggede (Boyolali) masuk ke jalan tol maupun ke arah Terminal Tingkir.Kompas.com/ Syahrul Munir Kondisi arus lalu lintas di exit Tol Tingkir, Salatiga pada Kamis (29/6/2017) sore, petugas memprioritaskan kendaraan dari arah Karanggede (Boyolali) masuk ke jalan tol maupun ke arah Terminal Tingkir.

JAKARTA, KompasProperti - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi musim mudik Lebaran 2018.

Langkah serupa telah dilakukan Kementerian PUPR sebelum menghadapi mudik Lebaran tahun ini.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, langkah antisipatif yang dilakukan yaitu dengan memperbaiki serta menyiapkan infrastruktur di jalur selatan Pulau Jawa.

"Kami punya waktu sepuluh bulan ke depan untuk menyiapkan jalur mudik 2018," kata Basuki saat rapat evaluasi mudik 2017 di Kantor Staf Presiden (KSP), Kamis (6/7/2017).

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan mudik 2017, jalur selatan yang masih mengalami kemacetan yaitu kawasan Nagreg-Ciawi yang menghubungkan Tasikmalaya-Bandung, Cibadak-Sukabumi, Karangsawah, dan Yogyakarta-Kebumen-Wangon.

Kemacetan di Nagreg terjadi akibat kurangnya kapasitas jalan saat mudik, serta jalan gradient yang lebih besar dari 6 persen.

"Di jalur tersebut terutama di underpass Nagreg sering terjadi kemacetan parah, sehingga perlu dicarikan solusi yang tepat," kata dia.

Solusi yang tengah disiapkan yaitu pembangunan Jalan Tol Bandung-Tasikmalaya. Saat ini proses pembebasan lahan untuk jalan yang menghubungkan Ciawi-Cikijing-Jatigede-Sumedang-Bandung itu tinggal 1 kilometer lagi.

Sementara untuk kemacetan di Cibadak-Sukabumi terjadi akibat kegiatan pasar di Cibadak, Cisaat serta akses ke Pelabuhan Ratu dan Sukabumi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut perlu dibangun jalur alternatif ke Pelabuhan Ratu dan percepatan penyelesaian Jalan Tol Ciawi–Sukabumi

Adapun kemacetan di Karangsawah, Purwodadi, Jawa Tengah terjadi akibat adanya perlintasan sebidang di jalur lintas tengah serta daerah yang rawan longsor. Rencananya, akan dilaksanakan relokasi jalan pada Tahun Anggaran 2018.

Terakhir, untuk kemacetan di Yogyakarta-Kebumen-Wangon terjadi akibat adanya sejumlah titik pasar, perlintasan kereta api, dan pertigaan/perempatan menuju lokasi wisata.

Diperlukan pelebaran jalan terutama di depan Toserba Laris di ruas Kutoarjo-Purworejo, pembangunan Fly Over (FO) perlintasan KA Sampang-Buntu, FO perlintasan KA Karang Anyar, dan FO perlintasan KA Kutowinangun.

Dalam menghadapi musim mudik tahun ini, sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah bersiap sejak 2016.

Di jalur Pantai Selatan, pelebaran jalan dilakukan dari Cilacap–Jladri–Karangbolong– Yogyakarta. Pelebaran jalan tersebut berhasil memecah arus lalu lintas tujuan Yogyakarta yang menggunakan jalur Purwokerto–Kebumen–Purworejo–Yogyakarta.

Selain itu, Kementerian PUPR juga membangun jalan lingkar darurat di wilayah Karangsawah, guna mengurangi kemacetan di perlintasan sebidang Ciregol-Karangsawah.

Kompas Video alan Tol Trans-Jawa yang dibuka sementara atau fungsional sepanjang 337 kilometer.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X