Pengembang Indonesia Targetkan Bangun 100 Rumah di Tiap Kecamatan - Kompas.com

Pengembang Indonesia Targetkan Bangun 100 Rumah di Tiap Kecamatan

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 07/07/2017, 17:00 WIB
Salah contoh rumah tipe 25/60 di Villa Kencana Cikarang yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (4/5/2017).Arimbi Ramadhiani/Kompas.com Salah contoh rumah tipe 25/60 di Villa Kencana Cikarang yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (4/5/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Diresmikan pada Januari 2017, organisasi pengembang baru Pengembang Indonesia (PI) menargetkan dapat membangun rumah di sejumlah daerah.

Hal ini dilakukan untuk mendukung Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kami tengah mempersiapkan perangkat organisasi ke tingkat daerah melalui pembangunan 1 hektar perumahan subsidi per kecamatan satelit kota/kabupaten di seluruh Indonesia atau sekitar 100 unit tipe 30/60," ujar Ketua Umum PI Barkah Hidayat saat deklarasi PI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Barkah memaparkan, dari hasil pemetaan PI dengan memperhatikan data Kementerian Dalam Negeri, ada sejumlah 514 Kota/Kabupaten atau sekitar 7.094 Kecamatan di seluruh Indonesia.

Diperkirakan sekitar tiga sampai dengan lima kecamatan berstatus satelit atau penyangga kota/kabupaten.

Dengan asumsi per hektarnya dibangun 100 unit rumah tipe 30/60 akan memberikan pasokan perumahan antara 154.200 unit sampai dengan 257.000 unit per tahun.

"Logika kami, apabila satu kecamatan bisa satu hektar, itu 100 unit, kemudian 100 unit dikalikan 3 hektar, 300 unit. Indonesia ini lebih dari 500 kabupaten/kota, jadi pasti lebih signifikan (pasokannya)," tutur Barkah.

Terlebih lagi, imbuh dia, saat ini anggota PI sudah lebih dari 300 perusahaan. Jika satu perusahaan membangun 100 unit saja, pasokan perumahan cukup signifikan.

"Ini sedang kami arahkan. Makanya, kami sering turun ke daerah tiap 2 minggu sekali untuk perkuat teman-teman di daerah," jelas Barkah.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X