Ini Resep Sukses Manajemen Mudik 2017 - Kompas.com

Ini Resep Sukses Manajemen Mudik 2017

Dani Prabowo
Kompas.com - 07/07/2017, 11:58 WIB
Mobil para pemudik mulai memadati Dermaga I Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (1/72017). Hingga H5 pagi, baru 46 persen kendaraan roda empat yang kembali dari Sumatera ke Jawa.KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Mobil para pemudik mulai memadati Dermaga I Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (1/72017). Hingga H5 pagi, baru 46 persen kendaraan roda empat yang kembali dari Sumatera ke Jawa.

JAKARTA, KompasProperti - Pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2017 yang digelar pemerintah mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Belajar dari pengalaman tahun lalu, pemerintah berhasil melakukan manajemen mudik dengan baik.

Merujuk data yang dirilis Kantor Staf Presiden, jumlah masyarakat yang bergerak pada musim mudik Lebaran 2017 mencapai 19 juta jiwa. Baik itu yang menggunakan angkutan darat, laut, maupun udara.

Pada musim mudik kali ini, angka kecelakaan lalu lintas menurun tajam hingga mencapai 30 persen. Dari data yang dirilis Polri, jumlah kecelakaan tahun lalu mencapai 4.550 kasus, sedangkan tahun ini hanya 3.168 kasus.

Dari jumlah tersebut, korban luka ringan juga mengalami penurunan dari 5.697 orang menjadi 4.366 orang pada tahun ini.

Demikian halnya pada korban yang mengalami luka berat dari 1.147 orang menjadi 687 orang.

Adapun jumlah korban meninggal dunia, penurunan signifikan juga terjadi yaitu dari 1.261 orang menjadi 742 orang.

Setelah kecelakaan yang menewaskan satu keluarga, polisi menyetop bus yang melintas dan memberikan imbauan kepada sopir satu per satu.KOMPAS.com/Suddin Syamsuddin Setelah kecelakaan yang menewaskan satu keluarga, polisi menyetop bus yang melintas dan memberikan imbauan kepada sopir satu per satu.

Lantas, bagaimana pemerintah menjalankan manajemen mudik sehingga berhasil?

Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, salah faktor penting keberhasilan pelaksanaan mudik yaitu kesiapan infrastruktur. Di samping kesigapan personel pengaman lebaran dan juga sarana transportasi.

Pascalebaran 2016 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung menggenjot pembangunan infrastruktur jalan. Tak hanya jalan nasional dan jalur alternatif yang diperbaiki, tetapi juga jalan tol dan jalan layang atau fly over.

Secara total, 402 kilometer jalan tol dibuka fungsional atau sementara pada mudik tahun ini, terdiri atas Trans-Jawa 337 kilometer dan Trans-Sumatera 65 kilometer.

Dari 337 kilometer tol Trans-Jawa yang dibuka, 110 kilometer di antaranya terbentang dari Brebes Timur hingga Weleri. Sisanya 227 kilometer terbentang dari Semarang hingga Surabaya.

Foto simpang susun Ruas Tol Bawen-Salatiga (ke kanan keluar Bawen, lurus keluar Salatiga), Jawa Tengah, Jumat (16/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H 7 Lebaran. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Foto simpang susun Ruas Tol Bawen-Salatiga (ke kanan keluar Bawen, lurus keluar Salatiga), Jawa Tengah, Jumat (16/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H 7 Lebaran.

Keberadaan tol fungsional Trans-Jawa tersebut dinilai cukup efektif untuk mengurangi kemacetan, terutama di empat kawasan yaitu Tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang.

Selain itu, jalan tol tersebut juga mampu memangkas waktu tempuh hingga kurang lebih tiga jam.

Tak hanya jalan tol, empat fly over di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah juga difungsikan untuk memecah kemacetan yang kerap terjadi. Keempat fly over yang dibangun di atas perlintasan sebidang itu yakni Dermoleng, Kretek, Klonengan, dan Kesambi.

"Dalam sehari ada sekitar 95 lalu lintas kereta api di atas lintasan sebidang itu. Kalau saja kita kalikan 5 menit untuk setiap kali berhenti, itu saja sudah delapan jam kemacetan terjadi," kata Basuki dalam rapat evaluasi mudik 2017 di Kantor Staf Presiden, Kamis (6/7/2017).

Jalan layang Dermoleng yang berada di wilayah Ketangungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.KOMPAS.com / DANI PRABOWO Jalan layang Dermoleng yang berada di wilayah Ketangungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Hal lain yang tak kalah penting yaitu ketersediaan tempat istirahat yang cukup. Di tol yang telah beroperasi, Kementerian PUPR menambah jumlah area parkir atau parking bay yang juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat.

Keberadaan parking bay tersebut dapat menjadi alternatif bagi pemudik bila rest area penuh. Parking bay juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dan mushola.

Sementara itu, di tol fungsional juga disiapkan tempat istirahat sementara dengan kapasitas 100-200 kendaraan di setiap jarak 10 kilometer. Tempat istirahat tersebut tersebar mulai dari Kaligangsa hingga Weleri.

Dari segi sarana transportasi, terjadi penambahan moda angkutan baik untuk darat, laut, maupun udara pada tahun ini.

Data yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan menunjukkan ada 48.790 unit bus, 200 unit kapal roro, 1.278 unit kapal laut, 532 unit pesawat serta 371 kereta api yang beroperasi pada tahun ini.

Penambahan moda angkutan tersebut berdampak pada peningkatan jumlah penumpang hingga 2,14 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, untuk angkutan jalan jumlah penumpag mencapai 4.245.702 orang.

Sedangkan, untuk angkutan penyeberangan mencapai 3.708.184 jiwa, angkutan laut 947.266 jiwa, angkutan udara 5.299.513 jiwa dan angkutan kereta 4.402.416 jiwa.

Ribuan Pemudik Memadati Terminal Dagsinarga, Wonosari,Gunungkidul Jumat (30/6/2017)Kompas.com/Markus Yuwono Ribuan Pemudik Memadati Terminal Dagsinarga, Wonosari,Gunungkidul Jumat (30/6/2017)

Koordinasi

Selain kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan personel dalam mengamankan arus mudik juga menjadi kunci keberhasilan. Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi koordinasi yang dilakukan antar personel lintas sektoral.

Tercatat 167.146 personel lintas sektor yang diterjunkan pada musim lebaran tahun ini. Dari Polri saja, ada 102.573 personel yang diterjunkan mulai dari Mabes Polri (2.956 personel), Polda dan jajarannya (97.444 personel), serta back up Mabes Polri dari unsur Lemdik (1.107 personel) dan Brimob (1.066 personel).

"Kami juga menyiapkan satu Standard Operation Procedure (SOP) komando, sehingga tidak ada lagi kebingungan nasional ketika terjadi macet. Kalau terjadi macet, anggota di lapangan sudah siap melaksanakan SOP itu," kata Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa.

Ia menyebut, salah faktor penyebab terjadinya kemacetan besar pada lebaran tahun lalu yaitu masih adanya ego sektoral, baik antar maupun internal instansi. Namun, pada tahun ini ego sektoral itu telah jauh dikesampingkan.

Bahkan, untuk memacu semangat petugas di lapangan, Mabes Polri menggelar lomba mudik lancar bagi jajaran polda di daerah. Hal serupa juga dijalankan jajaran polda untuk polres di wilayah masing-masing.

Suasana di NTMC Polri di Jakarta. Jumat (23/6/2017)Kompas.com/Robertus Belarminus Suasana di NTMC Polri di Jakarta. Jumat (23/6/2017)

Selain Polri, sejumlah instansi juga menerjunkan personel untuk menunjang kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran, seperti TNI (13.131 personel), Dinas Perhubungan (9.778 personel), Dinas Kesehatan (9.128 personel), Satpol PP (11.720 personel), Pramuka (6.913 personel) dan lainnya 16.076 personel.

Budi Karya menambahkan, koordinasi yang baik juga tidak terlepas dari keberadaan command center, baik itu yang dimiliki Kemenhub, KSP maupun Polri.

Ketiga command center itu saling memberikan dukungan informasi yang nantinya menjadi bahan untuk mengambil sebuah tindakan yang diperlukan.

Kompas Video alan Tol Trans-Jawa yang dibuka sementara atau fungsional sepanjang 337 kilometer.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM