"Jalan Darurat Efektif Mengurai Kemacetan Arus Mudik" - Kompas.com

"Jalan Darurat Efektif Mengurai Kemacetan Arus Mudik"

Hilda B Alexander
Kompas.com - 23/06/2017, 18:37 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Kombes. Pol. Dr. Baharuddin Muhammad Syah, MS M.Si selaku Dirlantas Polda Jateng berpose seusai wawancara di Gerbang Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2017).

BREBES, KompasProperti - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Dr Bakharuddin MS mengatakan difungsikannya jalan darurat sepanjang 110 kilometer mulai dari Brebes Timur hingga Batang dengan pintu keluar akhir Gringsing atau Gringsing Exit efektif mengurai kemacetan.

Dalam perbincangan eksklusif dengan Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com dan Otomania.com, Bakharuddin menuturkan arus lalu lintas terpantau lancar. Tidak ada penumpukan kendaraan berarti.

"Dibukanya jalan darurat, ini kami ganti bukan tol darurat, tapi jalan darurat. Karena tol itu berbayar. Ini masih gratis. Sangat efektif mengurai kemacetan arus mudik. Hampir 70 persen masyarakat lewat jalan darurat," tutur Bakharuddin, Jumat (23/6/2017). 

Selain berfungsinya jalan darurat, kata Bakharuddin, kelancaran mudik tahun ini juga dipengaruhi maksimalnya koordinasi, sinergi, kerja sama, dan komunikasi antar-lembaga terkait. 

Mulai dari level pusat seperti Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), badan usaha jalan tol (BUJT), Basarnas, hingga tingkat daerah, kabupaten dan kota.

"Perencanaan konseptual yang baik, membuahkan hasil yang baik pula," cetus Bakharuddin.

Secara umum, lonjakan kendaraan terjadi pada H-4 atau rabu (21/6/2017) dan H-3 atau Kamis (22/6/2017).

Peningkatan kendaraan yang melalui jalan darurat lumayan tinggi, hingga 70 persen dari kondisi lalu lintas harian rata-rata (LHR).

Bahkan, menurut data PT Jasa Marga (persero) Tbk, peningkatan kendaraan pada H-3 yang melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama menuju arah timur seperti Brebes, Cirebon, dan lainnya hanya 34 persen menjadi 106.000 unit dari 78.000 LHR biasa.

"Kami melakukan rekayas a lalu lintas sesuai dengan yang telah dirumuskan atau dikonsepkan. Dipandu atau diwasiti oleh para pengambil keputusan di tingkat pusat," kata Bakharuddin.

Hasilnya, tambah dia, kemacetan yang ada juga mudah diurai dan tidak terlalu lama mengurainya.

Selain koordinasi antar-lembaga, kelengkapan fasilitas yang memanjakan pemudik, serta penggunaan teknologi canggih telekomunikasi yang bisa dipantau secara real time juga memudahkan kepolisian segera mengambil solusi tepat.

Terkait kecelakaan yang terjadi hingga H-2, Bakharuddin mengungkapkan data 5 kasus. Tiga di antaranya kecelakaan tunggal yang disebabkan kelelahan. 

"Alhamdulillah arus lalu lintas masih landai," tambah dia.

Kompas Video Tol Brebes Timur-Pemalang, dan Pemalang-Batang merupakan dua ruas yang difungsikan secara darurat pada Senin (19/6/2017).

PenulisHilda B Alexander
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM