Graphenstone Diklaim sebagai Cat Paling Ramah Lingkungan di Dunia - Kompas.com

Graphenstone Diklaim sebagai Cat Paling Ramah Lingkungan di Dunia

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 08/06/2017, 10:00 WIB
Designboom Inklusi graphene dalam cat, pelapis dan bahan bangunan lainnya secara eksponensial meningkatkan kekerasan, daya tahan, kompresi, kekuatan tarik, elastisitas dan jangkauan.

LONDON, KompasProperti - Bahan ajaib graphene, dianggap sebagai zat terkuat yang diketahui sains, telah digunakan untuk cat ramah lingkungan oleh pabrik Graphenstone.

Cat dibuat dari dasar kapur murni yang telah dikombinasikan dengan graphene, yaitu bahan baru yang direkayasa, dipuji sebagai tertipis, terkuat dan paling konduktif yang pernah dikembangkan.

Cat berbasis kapur telah dipasarkan selama bertahun-tahun. Namun, penambahan graphene, dengan konduktivitas supernya, membuat cat tersebut dapat memperbaiki regulasi termal bangunan.

Oleh karena itu penggunanya memerlukan lebih sedikit pemanas dan pendingin udara di dalam ruangan yang menggunakan cat tersebut.

"Bila digunakan pada permukaan dinding interior, panas yang dipancarkan melalui dinding akan ditangkap graphene di dalam cat," ujar Direktur Graphene Company Patrick Folkes.

Dinding yang dicat menggunakan Graphenstone, meningkatkan isolasi pada bangunan dengan memperlambat konduksi panas melalui dinding dan keluar dari bangunan.

Manfaat lingkungan lainnya berasal dari ketebalan dan kekuatan graphene. Dengah bahan ini, cat yang dibutuhkan untuk mencapai hasil tahan lama yang tahan terhadap korosi, lebih sedikit.

Perusahaan Graphene mengatakan satu liter cat akan mencakup dua lapisan delapan meter persegi.

Basis cat terbuat dari 98 persen kapur murni, yang dikenal dengan daya serap karbon dioksida, sehingga mampu memurnikan udara di sekitarnya.

Perusahaan Graphene mengklaim, kombinasi dari bahan-bahan tersebut menghasilkan cat yang paling berkelanjutan dan ramah lingkungan di dunia.

dezeen Basis cat Graphenstone terbuat dari 98 persen kapur murni, yang dikenal dengan daya serap karbon dioksida, sehingga mampu memurnikan udara di sekitarnya.

"Keberlanjutan menjadi semakin penting karena orang menyadari kerusakan yang diakibatkan akrilik terhadap lingkungan selama proses pembuatan dan penggunaannya di dinding," kata Folkes.

Inklusi graphene dalam cat, pelapis dan bahan bangunan lainnya secara eksponensial meningkatkan kekerasan, daya tahan, kompresi, kekuatan tarik, elastisitas dan jangkauan.

Produsen Graphenstone berasal dari Seville, Spanyol, di mana kualitas paling murni kapur di dunia dapat ditemukan.

Tapi, sementara menciptakan cat yang sangat menyerap dan "bernapas", kapur super murni tidak memiliki kekuatan. Di sinilah graphene masuk.

Graphene bahkan telah diusulkan untuk segala hal mulai dari kondom ultra-tipis hingga lensa kontak penglihatan malam hari.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Anda mendapatkan fusi ini dari salah satu bahan bangunan tertua dan paling terpercaya, kapur, dengan nanoteknologi terbaru," kata Folkes.

Manfaat kapur adalah sangat "bernapas", antibakteri dan menyerap bau dan karbondioksida, dan memiliki kekuatan kelas satu, seperti produk akrilik.

Saat diaplikasikan, cat menciptakan kulit yang keras dan kapur mengeras dalam proses karbonisasi.

Folkes menggambarkan konsistensi awal sedikit berair, namun dalam jangka waktu 10 hari, cat itu menciptakan cakupan yang keras dan menyebar.

Terlebih lagi, tidak ada uap yang dihasilkan dalam proses pengecatan hingga 10 hari pengerasan.

"Mungkin baunya seperti batu basah tapi Anda bisa meletakkan bayi tidur di kamar dan tidak akan berbahaya sama sekali," sebut Folkes.

Produk ini tersedia dalam versi eksterior dan interior, dan telah digunakan untuk melapisi dinding rumah sakit, hotel dan sekolah.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
SumberDezeen,
Komentar
Close Ads X