Dubai Holding Bangun Pulau Reklamasi Tambahan Seluas 37,2 Hektar - Kompas.com

Dubai Holding Bangun Pulau Reklamasi Tambahan Seluas 37,2 Hektar

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 04/06/2017, 15:18 WIB
GarethLowndes Perjalanan bulan madu dengan balon udara di Dubai.

DUBAI, KompasProperti - Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) dan Pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, mengumumkan peresmian ‘Marsa Al Arab’ di Dubai.

Sebuah destinasi wisatawan terintegrasi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah destinasi keluarga di Dubai dan menyediakan fondasi pendukung saat menjadi tuan rumah Expo 2020 Dubai.

Selain itu, destinasi ini diharapkan dapat mendukung posisi terdepan Jumeirah Group secara lokal dan global dengan menjadi pendukung dibalik pertumbuhan dan kesejahteraan sektor pariwisata.

“Peresmian proyek baru dan ambisius ini sejalan dengan pandangan para pemimpin dalam memberikan pengalaman terbaik kepada para wisatawan selama di Dubai," ujar Chairman Dubai Holding Abdulla Al Habbai melalui keterangan tertulis yang diterima KompasProperti. 

Ia mengaku bangga dengan peran penting yang dimiliki oleh Dubai Holding dalam sektor ini.

Dengan demikian, ia berharap perusahaan dapat mendukung inovasi dan berkontribusi dalam deversifikasi ekonomi di Dubai.

Megaproyek Marsa Al Arab terbentang seluas 4 juta kaki persegi atau 37,2 hektar berbentuk dua pulau yang berada di kanan dan kiri Burj Al Arab Jumeirah.

Pembangunan ini menambah luas pantai sebesar 2,2 kilometer dan akan menjadi tambahan dari fasilitas wisatawan kelas dunia milik Dubai.

Salah satu pulaunya akan didedikasikan untuk hiburan dan destinasi keluarga, sementara pulau lainnya akan menjadi resort mewah eksklusif.
 
Fasilitas Kelas Dunia

Melalui resor ini, Jumeirah Group akan memperkenalkan konsep dan pelayanan baru untuk melengkapi destinasi hiburan keluarga yang sudah ada.

Sejauh ini, seperti diketahui, sudah terdapat Burj Al Arab Jumeirah, Jumeirah Beach Hotel, Jumeirah Al Naseem, Jumeirah Mina A’Salam, Jumeirah Al Qasr dan Jumeirah Dar Al Masyaf.

Perkenalan konsep dan pelayanan tersebut dapat dicapai melalui pembangunan hotel baru khusus keluarga.

Untuk menambah pengalaman pengunjung di resort baru ini, Wild Wadi Waterpark, yang telah menjadi salah satu kesuksesan dan destinasi rekreasi penting di UEA, akan direlokasi lebih dekat dengan pantai.

Lokasi ini akan membuat luas Wild Wadi menjadi dua kali lebih besar. Dengan atraksi baru untuk keluarga, dan atraksi pemecah rekor Wild Wadi akan meningkatkan posisinya sebagai waterpark populer di dunia.

Dubai Holding juga akan membangun ‘Marine Park’, pusat edukasi dan hiburan mengenai kehidupan maritim di Timur Tengah, yang memberikan pembelajaran dan hiburan bagi seluruh anggota keluarga.

Dengan live theatre berkapasitas 1.000 kursi, taman ini akan menarik perhatian pertujukan kelas dunia yang menampilkan berbagai elemen maritim yang memungkinkan para pengunjung untuk berinteraksi dengan hewan dan ikan.

Untuk mengembangkan Wild Wadi dan Marine Park ini, lokasi yang disediakan berukuran lebih dari 2,5 juta kaki persegi atau 25 hektar.

Destinasi baru bagi keluarga ini akan berkapasitas sebanyak 1.700 kursi dimana akan menjadi salah satu tempat untuk pertunjukan kelas dunia Cirque du Soleil yang pertama kalinya di Timur Tengah.

Sebagai tambahan, Dubai Holding pun akan melucurkan Dubai Pearl Museum untuk memamerkan koleksi bersejarah dari mutiara yang tua dan langka dari Timur Tengah maupun seluruh dunia.

Museum ini dibangun dengan tujuan untuk menyorot kehidupan para penyelam dan alat-alat yang mereka gunakan dalam menemukan perhiasan ini, yang mana merefleksikan warisan, budaya, dan kebanggaan UEA.

Dubai Pearl Museum akan memiliki sebuah penangkaran mutiara di laut untuk membudayakan mutiara berkualitas.

Untuk melengkapi destinasi ini, Dubai Holding akan membangun sebuah boutique hotel yang terinspirasi dari mutiara dengan fasilitas dan pelayanan unik serta pertokoan khusus yang akan memperkenalkan sejarah UEA dan wilayah Teluk secara keseluruhan kepada para pengunjung.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X