Kemenpar Libatkan REI Bangun "Homestay" Desa Wisata - Kompas.com

Kemenpar Libatkan REI Bangun "Homestay" Desa Wisata

Kompas.com - 20/05/2017, 08:04 WIB
Dok REI Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman, menandatangani nota kesepahaman disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (16/5/2017).

Jakarta, KompasProperti - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam pengembangan perumahan pendukung pariwisata dan pembangunan homestay di desa wisata.

Penandatanganan MoU itu dilakukan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II 2017 Kemenpar yang khusus membahas Homestay Desa Wisata. Acara berlangsung dua hari sejak Kamis (18/5/2017) sampai Jumat (19/5/2017) di Jakarta.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman, disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dalam perjanjian itu REI akan dilibatkan dalam pengembangan fasilitas pendukung akomodasi pariwisata berupa perumahan untuk pekerja pariwisata, guest house, resort, bangunan komersial, serta sarana pendukung lainnya.

Adapun homestay desa wisata adalah jenis akomodasi rumah tinggal yang akan dihuni oleh pemiliknya. Homestay tersebut nantinya dimanfaatkan untuk disewakan kepada wisatawan.

"Homestay di desa wisata itu khususnya di 10 destinasi pariwisata prioritas. Tetapi, ini tentu butuh elaborasi lebih rinci lagi, misalnya bagaimana pola pembiayaannya, tanah, legalitas, pemasaran, promosi dan aspek-aspek lainnya. Itu akan dibahas lebih lanjut," Ketua REI yang akrab disapa Eman.

Selain estimasi kebutuhan homestay di setiap destinasi, lanjut Eman, REI juga akan mendorong setiap DPD yang di daerahnya terdapat destinasi wisata unggulan untuk melakukan survei.

"Tentu juga pendataan mengenai kebutuhan homestay di daerahnya itu," tambah Eman.

Selain itu, hal lain perlu didorong adalah ketersediaan tanah-tanah yang akan dibangun, yaitu berasal dari tanah pemerintah atau pengembang yang mencari. Untuk itu, menurut Eman, kerjasama ini masih membutuhkan pembicaraan lebih lanjut.

"Kalau bisa dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah atau tanah desa, tentu ekselerasi pembangunannya dapat lebih cepat.

“Yang paling itu sebenarnya data riil jumlah kebutuhan homestay di setiap destinasi, ini masih kami tunggu. Target Kemenpar kan sekitar 20 ribu homestay tahun ini," ujar alumnus Jurusan Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Dia memastikan kerjasama dengan Kemenpar ini akan melibatkan banyak pengembang REI di daerah. Para pengembang itu akan masuk ke sektor perumahan, resor, hotel atau homestay.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan hingga 2019 nanti pihak Kemenpar ditargetkan membangun 100 ribu homestay di 2.000 desa wisata di seluruh Indonesia.

"Tahun ini kami akan membangun sebanyak 20 ribu homestay yang melibatkan masyarakat, desa adat, lembaga desa, BUMN dan pihak swasta, termasuk REI," ujar Arief.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X