Nomor 2 Setelah China, Indonesia Pembeli Properti Terbanyak di Sydney - Kompas.com

Nomor 2 Setelah China, Indonesia Pembeli Properti Terbanyak di Sydney

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 19/05/2017, 21:53 WIB
Arimbi Ramadhiani Director Sales & Marketing Asia Guy Major dan Waterfall by Crown Group Global Icon Paula Verhoeven di belakang maket proyek Waterfall by Crown Group. Gambar diambil di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Pemerintah Sydney memperbolehkan pengembang menjual apartemen di luar Australia. Dengan catatan, porsi pembeli lokal harus lebih banyak.

Pada penjualan apartemen Waterfall by Crown Group terbaru, pengembang membagi porsi penjualan sebanyak 45 persen di luar negeri dan 55 persen untuk pasar domestik.

Untuk pasar di luar negeri, Indonesia menjadi target utama Crown Group

"Pada proyek-proyek sebelumnya, pembeli kami banyak dari Jakarta, Medan, dan Bali," ujar Director Sales & Marketing Asia Guy Major di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Menurut Major, ada beberapa pembeli juga berasal dari daerah lain di Indonesia karena merupakan negara yang jumlah penduduknya besar.

Indonesia berkompetisi dengan China.

"Kalau bicara penjualan di luar negeri, pembeli dari China itu 50 persen sementara Indonesia 35 persen," kata Major.

Setelah China dan Indonesia, pembeli dari Singapura menjadi yang terbanyak ketiga meski jumlahnya tidak besar.

Walaupun Indonesia tidak sekuat China, Crown Group tetap mengutamakan pembeli dari Tanah Air.

Hal tersebut dibuktikan dengan pendirian kantor perwakilan Crown Group di Jakarta dan Surabaya.

"Ada 3 tipe pembeli dari Indonesia, yaitu investor, orangtua yang ingin anaknya sekolah, dan calon imigran," tutur Major.

Dari ketiga ini, tambah dia, investor merupakan tipe pembeli terbanyak pasalnya keuntungan membeli hunian di Australia terjamin dengan kenaikan harga yang sudah terukur setiap tahun.

Tipe kedua, adalah para orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di Sydney. Daripada harus menyewa apartemen seharga 500 dollar per minggu atau Rp 5 juta.

Dengan demikian, dalam sebulan, para orangtua harus menyisihkan dana untuk tempat tinggal anaknya sebesar Rp 20 juta.

"Daripada keluar uang setiap bulan segitu, uang juga hilang, mereka berpikir lebih baik beli," jelas Major.

Sementara itu, tipe pembeli apartemen di Sydney ketiga dari Indonesia yaitu orang yang mau berimigrasi. Namun, jumlahnya hanya segelintir.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X