DP Rumah 1 Persen, Senjata Menarik Pembeli - Kompas.com

DP Rumah 1 Persen, Senjata Menarik Pembeli

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 19/05/2017, 16:01 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDIN Rumah susun milik (rusunami) yang sudah dibangun di kompleks Rusun Bandar Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2013). Perumnas melanjutkan pembangunan rusunami dua tower di komplek tersebut dengan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus, sedangkan 122 unit komersial akan disewakan sebagai cross subsidi pengelolaan rusun.

JAKARTA, KompasProperti - Kemudahan pembayaran untuk mendapatkan hunian idaman, menjadi senjata ampuh menarik minat pembeli. Terutama pembeli dari kalangan menengah ke bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kemudahan pembayaran, termasuk uang muka atau down payment (DP) rendah 1 persen yang diterapkan Perum Perumnas untuk proyek rumah susun milik (rusunami) Bandar Kemayoran, diminati banyak pembeli.

Bandar Kemayoran dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 259 juta. Pada menara A4 yang dibangun sejak 2014 dan berjumlah 284 unit, kini sudah terjual sebanyak 203 unit.

Manajer Cabang Kemayoran Ahmad Baihaqi menuturkan, sebanyak 10 persen memanfaatkan DP 1 persen dengan cicilan Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan.

"Dari total 203 unit, 10 persennya dibeli dengan DP 1 persen," ujar Ahmad, di Jakarta, Jumat (19/5/2017). 

Proyek ini terletak di Jalan Rajawali Utara Blok C3, Kelurahan Pademangan Timur Jakarta Utara. Saat ini, kata Ahmad, telah terbangun 4 menara dari rencana 5 menara.

Dari 203 unit yang terjual pada menara ke-4, sebanyak 190 unit di antaranya sudah serah terima kunci.

Tipe unit yang dipasarkan adalah 1 kamar tidur seluas 27,6 meter persegi. Dalam satu lantai, terdapat 16 unit.

Ahmad menambahkan, dalam waktu dekat, menara A5 yang juga sudah dibangun berbarengan dengan A4 akan segera dipasarkan.

"Prosesnya hanya 4 minggu. Dengan booking fee Rp 300.000, setelah itu BI Checking keluar, kita panggil untuk lengkapi berkas, kemudian wawancara pihak bank. Jika lolos, langsung akad kredit dan menghuni unit," jelas Ahmad.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X