Apple Gabung ke "Silicon Valley" versi Indonesia - Kompas.com

Apple Gabung ke "Silicon Valley" versi Indonesia

Dani Prabowo
Kompas.com - 18/05/2017, 21:00 WIB
Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja (tengah) bersama dengan jajaran direksi Sinar Mas Land dan Arsitek Digital Hub Jason Pomeroy (paling kiri), setelah konferensi pers di BSD City, Selasa (21/6/2016)

TANGERANG, KompasProperti - Meski baru mulai dibangun, Digital Hub di BSD City, Serpong, yang bakal menjadi kawasan terintegrasi digital pertama di Indonesia sudah banyak yang melirik.

Group CEO Sinarmas Land Michael Widjaja mengklaim perusahaan raksasa di bidang digital dan teknologi informasi asal Amerika Serikat, Apple, merupakan salah di antaranya.

Baca: Pembangunan Silicon Valley versi Indonesia Dimulai

Dia berharap, masuknya Apple diharapkan dapat memicu perusahaan raksasa digital dan teknologi informasi lainnya juga masuk ke dalam Digital Hub.

Terlebih, kerja sama yang terjalin dengan perusahaan negeri Paman Sam itu yakni dengan pusat divisi riset dan pembangunan (RnD).

"Sekarang ini dengan Apple RnD, kita sudah agak lega karena sudah dapat tenant yang agak besar," kata Michael saat kegiatan ground breaking di BSD City, Kamis (18/5/2017).

Selain Apple, sejumlah perusahaan digital dan teknologi informasi lainnya juga telah masuk ke dalam kawasan yang akan dijadikan 'Silicon Valley' versi Indonesia itu.

Mereka adalah MyRepublic, Sale Stock, Orami, evhive, Purwadhika, GeeksFarm dan Plug and Play.

Menurut Michael, ada sejumlah perusahaan IT baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, yang kini tengah dijajaki kerja samanya. Namun, Michael masih enggan membuka identitas perusahaan mana saja yang dimaksud.

"Baiknya kita enggak usah buka dulu," kata dia.

Sementara itu, Sinarmas Land membuka kesempatan dalam membangun pola pengembangan kerja sama dengan tenant ke depan.

Para tenant ini dapat memilih kerja sama baik itu dengan cara menyewa, membeli, hingga build to suit.

Konsep build to suit memungkinkan pengembang sebagai pemilik lahan membangun properti sesuai dengan kebutuhan dan standardisasi perusahaan penyewa. Oleh karena itu, besaran nilai konstruksinya pun mengikuti kebutuhan tersebut.

Kawasan Digital Hub sendiri rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 25,86 hektar. Proses pembangunan infrastruktur yang dimulai tahun ini, ditargetkan rampung pada 2019.

Tidak tanggung-tanggung, Rp 7 triliun dikeluarkan Sinarmas Land untuk membangun kawasan yang nantinya akan menjadi pusat pengembangan teknologi digital di Tanah Air itu.

Tak hanya perusahaan raksasa, Michael menambahkan, kerja sama juga terbuka bagi perusahaan start up.

Dia mengharapkan, melalui kerja sama itu akan terbangun sebuah komunitas yang nantinya dapat menjadikan Digital Hub sebagai pusat pengembangan teknologi informasi di Indonesia.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X