CREA The Nusa Dua, Perkantoran Pertama di Pulau Dewata - Kompas.com

CREA The Nusa Dua, Perkantoran Pertama di Pulau Dewata

Hilda B Alexander
Kompas.com - 18/05/2017, 18:39 WIB
shutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KompasProperti - Tak menyia-nyiakan peluang di Bali sebagai destinasi wisata dan MICE (meeting, incentives, convention, and exhibition) nomor wahid dunia, PT Agung Panorama Propertindo (APP) mengembangkan perkantoran CREA The Nusa Dua Office Resort.

Perkantoran dengan estimasi pengembangan senilai Rp 500 miliar ini, diklaim sebagai yang pertama, dan satu-satunya di Pulau Dewata jika kelak beroperasi sebelum Oktober 2018 mendatang.

CEO APP Usman Effendy menjelaskan, dipilihnya Nusa Dua sebagai lokasi pengembangan, karena wilayah ini sudah matang. Fasilitas, infrastruktur, utilitas dan sistem keamanan 24 jam-nya terjamin.

"Nusa Dua juga dikenal kalangan internasional ketika ada event-event akbar dunia. Seperti APEC beberapa tahun lalu, pergelaran Miss World, dan konser-konser musik," jelas Usman menjawab KompasProperti, Kamis (18/5/2017). 

CREA The Nusa Dua menggabungkan industri kreatif dan perkantoran berkonsep resor dengan luas bangunan 21.000 meter persegi.

Perkantoran ini, kata Usman, akan beroperasi selama 24 jam penuh, mengikuti ritme kerja para pelaku industri kreatif. 

"Kehadiran kami sebagai pelengkap fasilitas di Nusa Dua Bali dan juga mengakomodasi pertumbuhan industri kreatif yang sangat pesat," kata Usman.

Direktur APP Joseph Effendy menambahkan, ruang-ruang kantor CREA The Nusa Dua akan disewakan kepada perusahaan startups, dan perusahaan kreatif dengan harga sewa mulai dari Rp 23,5 juta per meter persegi dengan ukuran unit terkecil seluas 70 meter persegi.

"Itu di luar biaya servis atau service charge. Sudah ada captive market 50 persen yang meminati CREA The Nusa Dua," ungkap Joseph.

Pengembangan CREA The Nusa Dua di wilayah pengembangan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), berada di lahan kosong terakhir milik ITDC.

"Kami sudah lama menjajaki kerja sama ini sejak ITDC bernama Bali Tourism Development Corporation (BTDC)," jelas Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer.

Kerja sama yang dijalin antara APP dan ITDC adalah revenue sharing yang berbasis sewa lahan jangka panjang selama 30 tahun plus 20 tahun perpanjangan. 

"Nilainya rahasia, Tapi sama-sama menang-lah (win-win solution)," imbuh Abdulbar.

Dia berharap pengembangan CREA The Nusa Dua rampung sebelum Oktober 2018 saat dihelatnya pertemuan akbar Internatinal Monetary Fund (IMF) dan World Bank yang diikuti para pemimpin dunia dan 18.000 delegasi.

 

 

 

PenulisHilda B Alexander
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM