Waspadai Titik Rawan Kecelakan di Tol Bawen-Salatiga - Kompas.com

Waspadai Titik Rawan Kecelakan di Tol Bawen-Salatiga

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 18/05/2017, 12:34 WIB
Kompas.com/ Syahrul Munir Pekerjaan cut and fill bukit Polosiri di 2.5 kilometer pertama ruas tol Bawen-Salatiga, di wilayah Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (7/4/2017) siang.

UNGARAN, KompasProperti - Progres fisik ruas Tol Bawen-Salatiga telah mencapai 98 persen dan siap untuk difungsikan menjelang Lebaran 2017 mendatang.

Teranyar, bukit Polosiri yang selama ini menjadi hambatan utama di ruas tol sepanjang 17,5 kilometer ini telah tembus hingga jembatan Tuntang.

Kendati demikian, PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mencatat sejumlah titik yang perlu diwaspadai oleh pemudik lantaran konstruksi yang belum sempurna.

"Pertama menjelang Bawen ke jembatan Tuntang. Kedua, beberapa titik di kilometer yang agak curam terdapat di Jembatan Senjoyo," kata Manajer Opersional TMJ, Fauzi Abdurrahman, Rabu (17/5/2017) siang.

Sementara itu di ruas tol yang sudah operasional Ungaran-Bawen yakni di kilometer 16.500, diakui Fauzi cukup rawan sehingga kerap terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.

Sejauh ini TMJ sudah mengimbau kepada pemakai jalan melalui pemasangan rambu-rambu keselamatan dan peringatan secara verbal pada titik-titik rawan.

"Himbauan pada titik rawan, seperti jalan menurun atau apa sudah kita imbau. Namun kenyataanya human error dan lain-lain yang sering terjadi dampak terhadap kecelakaan," jelasnya.

Khusus di Bukit Polosiri yang baru saja tembus dan jembatan Senjoyo, Salatiga, TMJ akan membuat panduan jalan melalui sistem VMS.

"Nanti kita coba informasikan ke pamakai jalan melalui VMS, titik-tik yang perlu dipersiapkan," imbuh Fauzi.

Sebelumnya Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Semarang, Djoko Nuryanto memaparkan, dari hasil rapat di tingkat provinsi diketahui, penggunaan kendaraan pribadi akan mengalami kenaikan pada arus mudik balik 2017, sebaliknya jumlah penumpang angkutan massal akan mengalami penurunan.

"Pemudik menggunakan kendaraan pribadi diprediksi naik sekitar 8 persen dari tahun lalu," kata Djoko.

Dalam kesempatan itu Djoko juga menyampaikan lokasi yang potensial macet di jalan arteri di wilayah Kabupaten Semarang pada arus mudik balik lebaran 2017.

Antara lain di simpang tiga Bawen, pintu keluar tol Bawen, simpang tiga Tuntang, simpang Kaligandu, Pasar Projo Ambarawa, Pasar Bandungan, Pasar Kembangsari Tengaran, dan Pasar Sejambu Tuntang.

"Kami akan berkoordinasi dengan Polres Semarang untuk persiapan rekayasa lalu lintasnya," ucapnya.

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X