Tembus Bukit Polosiri, Tol Bawen-Salatiga Berfungsi H-7 Lebaran - Kompas.com

Tembus Bukit Polosiri, Tol Bawen-Salatiga Berfungsi H-7 Lebaran

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 18/05/2017, 08:00 WIB
Kompas.com/ Syahrul Munir Pekerjaan cut and fill bukit Polosiri di 2.5 kilometer pertama ruas tol Bawen-Salatiga, di wilayah Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (7/4/2017) siang.

UNGARAN, KompasProperti - Bukit Polisiri yang berada di 2,5 kilometer pertama ruas Tol Bawen-Salatiga sudah tembus dan bisa dilalui kendaraan penumpang roda empat.

Hal ini disampaikan Manajer Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), Fauzi Abdurrahman, usai mengikuti Rapat Forum LLAJ Jelang Idul Fitri 2017 yang digelar di Ruang Rapat II Kantor Bupati Semarang, Rabu (17/5/2017) siang.

Selama ini Bukit Polosiri menjadi hambatan utama dalam pengerjaan ruas Tol Bawen-Salatiga lantaran harus memapas bukit hingga 17 meter kebawah. Sedangkan material tanah yang harus disingkirkan sekitar 250.000 meter kubik.

"Kemarin kami sama-sama survei. Alhamdulillah sudah tembus sampai Jembatan Tuntang," kata Fauzi.

Melihat perkembangan ini, Fauzi optimistis sebelum H-7 Lebaran ruas Tol Bawen-Salatiga akan bisa fungsional.

Selain telah mencapai kelandaian yang aman, kondisi jalan di Bukit Polisiri hingga jembatan Tuntang ini sudah dalam bentuk lean concrete atau lantai kerja dengan pengerasan sekitar 30 sentimeter.

Baca: Tingxit Berpotensi Mengulang Brexit Saat Mudik 2017

"Harapannya kalau tidak ada hambatan alam atau cuaca, mudah-mudahan secepatnya (fungsional). Sebelum H-7 (Lebaran) sudah bisa fungsional, yang pasti kita upayakan sebelum H-7," ujarnya.

Secara umum konstruksi ruas Tol Bawen-Salatiga ini sebagian besar sudah dalam kondisi rigid pavement (perkerasan beton) dan sebagian kecil masih dalam kondisi lantai kerja dengan pengerasan sekitar 30 sentimeter.

Meski demikian untuk bisa difungsikan pada arus mudik-balik Lebaran 2017, ruas tol sepanjang 17,5 kilometer ini harus terlebih dahulu dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Seperti lampu penerangan dan rambu-rambu keselamatan.

"Semua nanti kami pandu dengan rambu-rambu. Kalau semua sarana prasarana siap, BPJT akan melakukan uji kelayakan," kata dia.

Baca: Tol Bawen-Salatiga Terkendala Bukit Polosiri, Jokowi Cek Lapangan

Fauzi menambahkan, uji kelayakan ruas Tol Bawen-Salatiga direncakana pertengahan Mei ini. Namun sampai saat ini belum bisa dilakukan karena progres fisik belum siap.

Seperti diketahui, hambatan terbesar pembangunan ruas Tol Bawen-Salatiga ada di bukit Polosiri karena harus mengeparas hingga 15 meter ke bawah.

Sedikitnya 250.000 meter kubik tanah harus diambil dari bukit ini agar mencapai kelandaian sesuai standar kelayakan jalan raya.

Namun upaya cut and fill ini terkendala alam, yakni curah hujan tinggi, sehingga dari target pengerukan 8.000 meter kubik per hari, hanya bisa tercapai 4 hingga 5 meter kubik jika hujan turun.

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X