Tatalogam Rilis Ruko Instan - Kompas.com

Tatalogam Rilis Ruko Instan

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 17/05/2017, 19:24 WIB
Arimbi Ramadhiani Booth Domus di Indobuildtech 2017.

TANGERANG, KompasProperti - PT Tatalogam Lestari meluncurkan produk terbarunya yang serupa dengan Domus dan Domus Quadrat, rumah permanen instan.

Produk terbaru ini diluncurkan saat pameran Indobuildtech Expo Jakarta 2017 yang digelar pada 17–21 Mei 2017 di Indonesia Convention Exhibithion (ICE) BSD City.

Pada pameran teknologi dan bahan bangunan ini, Tatalogam memperkenalkan produk Domus Ruko, sebuah inovasi baru yang merupakan pengembangan dari Domus dan Domus Quadrat.

Baca: Biaya Bangun Rumah Instan Domus Rp 19 Juta

"Domus ini sejalan dengan program Sejuta Rumah, rumah subsidi. Tetapi, selain rumah, kan dibutuhkan juga bangunan komersial seperti ruko," ujar Vice President Director PT Tatalogam Lestari, Stephanus Koeswandi di anjungan Tatalogam, kepada KompasProperti, Rabu (17/5/2017).

Stephanus menuturkan, Domus Ruko memiliki kelebihan dibanding ruko konvensional karena sangat ekonomis bagi konsumen yang ingin membangun ruko secara mandiri.

Selain itu, Domus Ruko juga dapat mejadi solusi bagi pemilik ruko konvensional yang ingin menambah lantai bangunan atau memperbaiki struktur bangunannya.

Arimbi Ramadhiani Domus

"Domus juga tidak takut lahan sempit atau akses yang sulit," kata Stephanus.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kebanyakan ruko dibangun di pinggir jalan raya. Namun, ketika lahan berada yang tidak strategis dan harus melewati jalan kecil, tapi ada kebutuhan untuk pembangunan ruko, maka Domus Ruko bisa memfasilitasinya.

Hal ini dikarenakan, pembangunan ruko tidak seperti biasanya yang membutuhkan material besar atau area untuk mencampur material, seperti pasir dan semen.

Seperti produk Domus Rumah, material baja ringan untuk Domus Ruko dibangun di pabrikan sehingga hanya tinggal menyusunnya di lapangan.

Domus Ruko dibanderol Rp 4 juta per meter persegi. Selama pameran berlangsung, pembeli bisa mendapatkan potongan harga sebesar 10 persen.

 

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X