Pemerintah Bangun Rusunawa untuk Mahasiswa di NTT - Kompas.com

Pemerintah Bangun Rusunawa untuk Mahasiswa di NTT

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 17/05/2017, 16:30 WIB
Kompas. com/Sigiranus Marutho Bere Dirjen Penyediaan Rumah Kementerian PUPR Syarif Burhanudin (kiri), bersama Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis (tengah) dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat mengunjungi rusunawa Unika Widya Mandira Kupang, NTT yang sedang dibangun Rabu (17/5/2017)

KUPANG, KompasProperti - Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Rumah, Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan rakyat (PUPR) membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di kompleks Universitas Katolik (Unika) Widya Mandira Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pembangunan rusunawa ini bertujuan menyiapkan tempat tinggal yang layak huni, sehat, harmonis dan terjangkau bagi mahasiswa Unika Widya Mandira," kata Dirjen Penyediaan Rumah Kementerian PUPR Syarif Burhanudin, dalam sambutannya saat menghadiri kegiatan pembangunan Rusunawa bersama Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Rabu (17/5/2017).

Menurut Burhanudin, NTT memeroleh bantuan tiga rusunawa yakni di Unika Widya Mandira, Seminari Menengah Santo Yohanes 2 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Pondok Pesantren Wali Songo di Kabupaten Ende.

Tiga rusunawa itu merupakan bagian dari 16 rusunawa yang dibangun pemerintah tahun ini di seluruh Tanah Air.

Sejak 2015-2017, pemerintah telah membangun rusunawa untuk 55 universitas termasuk seminari dan madrasah.

"Bangunan seperti ini tidak banyak dialokasikan setiap tahun karena keterbatasan dana dan kuota untuk perguruan tinggi," kata Syarif Burhanudin.

Pembangunan rusunawa di kompleks Unika ini menelan anggaran Rp 12,1 miliar. Bangunan tersebut dirancang tiga lantai dengan kapasitas 148 mahasiswa, dua kamar di antaranya terletak di lantai satu, khusus untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.

Syarif minta ongkos sewa rusunawa harus lebih rendah dibanding biaya sewa rumah kos atau kontrakan di sekitar kampus antara Rp 300.000-Rp500.000 per bulan.

"Jika kita ambil lebih rendah dari itu, mahasiswa mendapatkan keuntungan," tambah dia.

Syarif mencontohkan pendapatan dari rusunawa di Universitas Brawijawa, Malang, dijadikan modal untuk membangun lagi gedung rusunawa yang baru.

Dengan demikian, universitas tidak lagi menunggu bantuan pemerintah untuk membangun rusunawa baru.

Untuk rusunawa yang dibangun tersebut, sudah dilengkapi fasilitas seperti mebel, air bersih, dan listrik.

Terkait rusunawa di Unika Widya Mandira, Syarif mengungkapkan, inisiasi dari Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis yang selalu meminta agar rusunawa bisa segera dibangun.

Fary mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan sehingga pembangunan rusunawa tersebut berjalan lancar.

"Saya minta mahasiswa Fakultas Teknik juga melakukan pengawasan sehingga jika ada sesuatu yang tidak benar, tolong kasih tahu kami," kata Fary.

Dia berharap rusunawa tersebut tidak hanya membantu mahasiswa mengatasi persoalan pembiayaan kontrakan, tetapi bangunan ini benar-benar memberikan pembinaan secara khusus kepada mahsiswa.

"Mestinya mahasiswa yang menginap di rusunawa juga diberikan pembinaan karakter," tutupnya.

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X