Meikarta, Persaingan Dua Naga, dan Lemahnya Peran Pemerintah Halaman 2 - Kompas.com

Meikarta, Persaingan Dua Naga, dan Lemahnya Peran Pemerintah

Hilda B Alexander
Kompas.com - 17/05/2017, 11:35 WIB
PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek Ilustrasi interchange Cikunir.

Karena itu, Meikarta dirancang oleh konsultan-konsultan arsitektur dan perencana asing dengan harapan dapat bersaing di kawasan regional Asia Tenggara.

Di kota baru ini, James menuturkan, rencananya akan dikembangkan 100 gedung tinggi dengan ketinggian masing-masing gedung sekitar 35 hingga 45 lantai.

Ke-100 gedung itu terbagi dalam peruntukan huian sebanyak 250.000 unit, perkantoran strata title, 10 hotel bintang lima, pusat belanja dan area komersial seluas 1,5 juta meter persegi.

Fasilitas yang akan melengkapinya antara lain pusat kesehatan, pusat pendidikan dengan penyelenggara dalam dan luar negeri, tempat ibadah, dan lain-lain.

"Khusus untuk perumahannya, kami membidik segmen kelas menengah. Harga hunian yang kami patok senilai Rp 12,5 juta per meter persegi," kata James.

Ke mana pemerintah?

Intuisi bisnis James dan Lippo Group, menurut Jehansyah boleh dibilang jitu. Betapa tidak, proyek Meikarta dikelilingi enam infrastruktur dasar utama yang akan terhubung langsung.

Ada pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, light rail transit (LRT) dari Cikarang ke Cawang, kereta cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek 2, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Mudah dimengerti, dengan akses demikian lengkap, Lippo sangat sensitif terhadap dukungan infrastruktur. Sebagai pengembang, tentu saja, mempertimbangkan infrastruktur merupakan hal utama sehingga kawasan yang akan digarap mendapat akses memadai.

"Pada gilirannya, nilai kawasan sekaligus properti di dalamnya akan melonjak," sebut Jehansyah.

Page:
PenulisHilda B Alexander
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM