Tingxit Berpotensi Mengulang Brexit Saat Mudik Lebaran 2017 - Kompas.com

Tingxit Berpotensi Mengulang Brexit Saat Mudik Lebaran 2017

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 10/05/2017, 17:29 WIB
Kompas.com/ Syahrul Munir Presiden RI Joko Widodo saat meninjau progres pekerjaan fisik ruas jalan tol Bawen-Salatiga di wilayah Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/4/2017) siang.

UNGARAN, KompasProperti - Pintu keluar Tol Bawen-Salatiga di kecamatan Tingkir, Salatiga berpotensi macet parah seperti Brebes Exit (Brexit) saat difungsikan untuk mudik Lebaran 2017.

Pasalnya, pintu keluar jalan Tingkir atau Tingkir Exit (Tingxit) merupakan jalan madya yang lebarnya hanya sekitar enam meter.

Artinya pada saat keluar dari jalan tol, justru kondisinya malah menyempit sehingga potensial mengulang fenomena Brexit seperti pada Lebaran tahun lalu.

Kapolres Salatiga, AKBP Happy Perdana Yudianto mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Senin (7/5/2017) lalu telah melakukan pemetaan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas yang dapat diterapkan untuk mencegah kemacetan panjang.

"Kalau tol-nya saya kira tidak masalah, namun yang jadi masalah adalah keluarnya. Karena jalurnya ini menyempit atau bottleneck, jadi perlu kita adakan rekayasa lantas supaya tidak terjadi kemacetan atau ketersendatan arus," kata Happy, Rabu (10/5/2017) siang.

Adapun rekayasa yang telah disepakati dari pemetaan itu adalah, setelah kendaraan keluar di Tingxit berbelok ke kanan akan diberlakukan satu arah.

Kompas.com/ Syahrul Munir Presiden RI Joko Widodo saat meninjau progres pekerjaan fisik ruas jalan tol Bawen-Salatiga di wilayah Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/4/2017) siang.
Sedangkan jalan alternatif untuk masyarakat yang akan menuju arah sebaliknya, dari Terminal Tingkir ke arah Suruh akan dialihkan melalui daerah Senjoyo, Tengaran, Kabupaten Semarang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Ady Saputro mengatakan, pihaknya telah menginventarisir kebutuhan dan menyiapkan rambu-rambu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut.

Selain itu, juga sedang disusun rencana sosialiasasi rekayasan lalu lintas kepada masyarakat setempat maupun para pemudik agar dapat dipahami dan berjalan seperti yang diharapkan.

"Mulai saat ini kami siapkan untuk membuat rambu-rambu, demi menunjang kelancaran arus mudik yang akan datang. Untuk warga yang dari Suruh mau ke Salatiga, kita beri pemberitahuan kita buatkan pamflet pada H-7 dia bisa keluar ke Salatiga, tapi masuknya ke jalur alternatif yang nanti kita persiapkan," kata Ady.

Langkah antisipasi pencegahan kemacean Tingxit juga akan dikoordinasikan dengan Ditlantas Polda Jawa Tengah, PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator jalan tol Semarang-Bawen serta Polres di sekitar Salatiga.

Sementara itu Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ Ali Zainal Arifin mengatakan, uji kelayakan ruas Tol Bawen-Salatiga hingga saat ini belum dapat dilaksanakan.

Pekerjaan sisa

Hal itu karena masih ada pekerjaan pada 2.5 kilometer pertama dari Bawen hingga jembatan Tuntang berupa penurunan tingkat kelandaian jalan.

"Progress pekerjaan konstruksi di ruas tol Bawen-Salatiga hingga akhir April 2017 mencapai sekitar 97,071 persen. Sisanya kami targetkan paling lama pada akhir Mei 2017 ini, sehingga pada awal Juni 2017 sudah bisa dilaksanakan uji kelayakan," kata Ali.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR menargetkan ruas tol Bawen-Salatiga ini minimal fungsional pada saat arus mudik Lebaran 2017.

Saat ini progres fisik ruas tol sepanjang 17.5 kilometer tersebut telah mencapai hampir 98 persen.

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X