Museum Macan Dibuka November 2017 - Kompas.com

Museum Macan Dibuka November 2017

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 09/04/2017, 10:33 WIB
Museum MACAN siap dibuka di Jakarta pada awal tahun 2017.

JAKARTA, KompasProperti - Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara ( Museum MACAN) mengumumkan peresmian dan pembukaan gedung barunya di Jakarta Barat untuk umum pada Selasa, 7 November 2017.

Dikurasi bersama oleh Charles Esche dan Agung Hujatnika, Art Turns. World Turns. Exploring the Collection of Museum MACAN, menandai penampilan publik perdana koleksi museum.

Kurasi tersebut merangkai sekitar 90 karya seni rupa dari seniman modern dan kontemporer Indonesia dan internasional yang terpilih lebih dari 800 karya seni rupa koleksi pendiri museum, Haryanto Adikoesoemo.

Menampilkan karya lebih dari 70 seniman dari berbagai negara di Asia, Eropa dan Amerika, eksibisi ini menyajikan narasi sejarah yang membentang selama dua abad dan menawarkan pembacaan sejarah seni rupa Indonesia dalam dialog dengan sejarah seni rupa dunia.

"Eksibisi perdana Museum MACAN ini membahas sejarah seni rupa Indonesia di dalam konteks dunia dan menunjukan inti dari kedalaman dan keluasan koleksi karya seni rupa pendiri museum, Haryanto Adikoesoemo," kata Direktur Museum MACAN Aaron Seeto.

Ia menambahkan, eksibisi ini menyediakan platform bagi seniman Indonesia serta Internasional, dan mendorong pertukaran lintas budaya.

Sebagai pendiri museum, Haryanto menuturkan sejak 25 tahun yang lalu, ia mulai mengumpulkan karya seni rupa modern dan kontemporer Indonesia didorong kecintaannya pada seni rupa dan keinginan untuk mendukung seniman Indonesia.

"Perlahan, seiring saya belajar lebih banyak dan ketertarikan saya semakin tumbuh, saya memperluas fokus saya secara internasional, dan sekarang saya sangat antusias untuk berbagi koleksi ini dengan publik untuk pertama kalinya," tutur Haryanto.

Ia mengaku cukup senang untuk dapat bekerja sama dengan tim profesional Museum MACAN yang menampilkan koleksi ini untuk menerangi narasi sejarah yang ada.

Penelitiannya membantu memberikan pengalaman yang benar-benar memperkaya bagi para pengunjung saat eksibisi dibuka di museum baru November nanti.

Art Turns. World Turns. Exploring the Collection of Museum MACAN akan mengisi keseluruhan ruang eksibisi yang tersedia di museum.

Seluas 4.000 meter persegi, museum tersebut mencakup ruang galeri seluas 2.000 meter persegi, taman patung indoor seluas 500 meter persegi, dan sebagian area khusus publik.

Eksibisi ini dipisahkan menjadi empat bagian tematis yang menghubungkan karya seni rupa setiap periode dengan gerakan sosial dan politik yang relevan (yang diberi judul Land, Home, People; Independence and After; Struggles around the Form; dan The Global Soup).

Selain itu, eksibisi ini mencakup karya-karya signifikan berbagai gerakan terkemuka di seluruh Indonesia dan luar negeri, termasuk Pop Art dari Amerika dan Eropa, Political Pop dan Cynical Realism dari Cina, Superflat dan Mona-ha dari Jepang, dan Dansaekhwa dari Korea.

Banyak karya Indonesia yang ditampilkan belum pernah dipamerkan secara publik termasuk karya Sudjana Kerton, Miguel Covarrubias, Trubus Soedarsono, dan Nashar.

Tidak hanya itu, ada juga sejumlah karya-karya seniman internasional yang belum pernah ditampilkan di Indonesia, termasuk karya Robert Rauschenberg, Park Seo-Bo, Mark Rothko, Gerhard Richter, Damien Hirst, dan Yukinori Yanagi.

Art Turns. World Turns. Exploring the Collection of Museum MACAN mengambil pendekatan koleksi museum dari perspektif sejarah.

"Bermula dari penempatan koleksi Indonesia di posisi sentral dalam narasi pameran dan menariknya ke luar ke arah internasional, yang mencerminkan metode Haryanto Adikoesoemo sendiri dalam mengumpulkan karya-karya ini selama 25 tahun terakhir," kata ko-kurator Charles Esche.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X