Jumat, 31 Maret 2017

Properti

Lanjutkan Perluasan, Pengembang GDC Bangun Satu Klaster Baru

Dok GDC PT Dinamika Alam Sejahtera akan melanjutkan perluasan Grand Depok City (GDC), Depok, setelah membangun tujuh klaster di dalam proyek seluas 350 hektar itu.

Depok, KOMPAS.com - General Manager Marketing Grand Depok City Tony Hartono mengatakan semakin terbatasnya lahan pengembangan di sekitar pusat kota Depok, yaitu ruas jalan Lenteng Agung dan Margonda, membuat pengembang rumah tapak di segmen menengah dan menengah atas memilih lokasi pengembangan ke arah selatan. 

Akses di lokasi pengembangan tersebut lebih condong ke daerah Bogor, antara lain Sawangan, Kalimulya dan Citayam. Sementara Margonda sebagai kawasan pusat kota Depok, kini perlahan dipenuhi hunian vertikal atau apartemen.

"Sebetulnya, kalau bicara prospek investasi properti di Depok, pergerakannya tak beda jauh dengan kota penyangga lainnya seperti Cibubur, Bekasi dan Serpong. Bahkan, salah satu kelebihannya adalah tersedianya beragam transportasi dan perkembangan infrastrukturnya," ujar Tony, Sabtu (18/3/2017).

Untuk itulah, lanjut Tony, pihaknya tetap melanjutkan perluasan Grand Depok City. Terhitung setelah membangun tujuh klaster di dalam proyek seluas 350 hektar ini, PT Dinamika Alam Sejahtera, pengembang perumahan tersebut, meluncurkan klaster baru 'New Façade at New Anggrek 2'. Proyek tersebut dibangun di lahan seluas 9 hektar.

"Akan ada 400 unit rumah dengan berbagai tipe, mulai bangunan 37, 45, sampai berkonsep dua lantai. Luas tanahnya semua tipe sama, 120 meter persegi," ujar Tony.

Membidik segmen menengah, lanjut Tony, harga yang ditawarkan saat ini mulai Rp 800 juta per unit. Saat pertamakali diperkenalkan kepada publik, GDC sempat dibanderol Rp 600 juta per unit.

Karina Triatmojo, Marketing Development Manager GDC menambahkan, untuk memasarkan produk baru ini pihak pengembang menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

"Karena ada kerjasama ini, suku bunganya fixed untuk tahun pertama 4,99 persen dan selanjutnya fixed 9,6 persen tahun kedua sampai keempat," kata Karina.

Editor : Latief
TAG:

TERPOPULER