Gubernur NTT Minta Warga Lepas Lahan untuk Bendungan Lambo - Kompas.com

Gubernur NTT Minta Warga Lepas Lahan untuk Bendungan Lambo

Hilda B Alexander
Kompas.com - 17/03/2017, 14:30 WIB
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Presiden Joko Widodo menunjuk terowongan Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang, NTT yang hampir kelar pengerjaannya, Sabtu (25/7/2015)

KUPANG, KompasProperti - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta masyarakat merelakan lahan untuk pembangunan Bendungan Lambo di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores.

Realisasi proyek pembangunan Bendungan Lambo hingga kini masih terkendala pembebasan lahan.

"Saat ini kami masih ada masalah sosial yakni lahan yang belum dibebaskan. Jadi proyek Bendungan Lambo masih kami proses," ujar Frans seperti dikutip Antara, Jumat (17/3/2017).

Untuk mengatasinya, kata Frans, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan pemerintah kabupaten (pemkab) terkait terus melakukan pendekatan untuk meyakinkan masyarakat agar merelakan lahannya.

Pemerintah tidak sekadar merelokasi masyarakat, melainkan juga memberikan kompensasi yang menguntungkan.

"Kami tetap berikan ganti rugi, bangun rumahnya, dan cetak sawah untuk mereka. Selama proses pembangunan berjalan, mereka juga bekerja di situ. Kami terus sosialisasikan untuk ini," papar Frans.

Jika Bendungan Lambo jadi dibangun, akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air maupun irigasi dengan kapasitas bendungan mencapai 21 juta kubik.

Frans mengungkapkan, pemerintah pusat juga terus memberikan dukungan untuk pembangunan ini karena mata pencarian masyarakat merupakan pertanian.

Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Presiden Joko Widodo meninjau langsung pembangunan bendungan Raknamo, di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/7/2015)
Selain Bendungan Lambo, saat ini tengah dikerjakan tiga bendungan lainnya yakni Raknamo di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Kabupaten Belu, dan Napunggete di Kabupaten Sikka.

Awalnya, rencana pembangunan bendungan dilakukan untuk Kolhua namun masih terkendala lahan sehingga beralih Raknamo.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menetapkan 7 bendungan untuk NTT, lima di Pulau Timor dan dua di Flores," tambah dia.

Selanjuntya, dalam rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Jakarta beberapa waktu lalu telah diusulkan untuk penambahan lagi tiga bendungan. Masing-masing dua bendungan di Pulau Sumba dan satu di Kabupaten Ngada.

Selain itu, pemerintah juga sudah membahas rencana pembangunan bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan kapasitas 80 juta kubik.

"Bendungan Temef ini kalau jadi akan menjadi yang terbesar di NTT dan bisa menghasilkan listrik 500 megawatt. Saya sudah bilang bupati agar persiapkan lahannya dengan baik," ucap Frans.

PenulisHilda B Alexander
EditorHilda B Alexander
SumberANTARA,
Komentar
Close Ads X