Jumat, 31 Maret 2017

Properti

Grand Orange Resort Ubud Mulai Dipasarkan

Dok Grand Orange Resort Ubud Di kalangan wisatawan domestik atau mancanegara kawasan Ubud terkenal paling tenang untuk berlibur dibandingkan kawasan wisata lainnya yang lebih ramai di Bali

Jakarta, KompasProperti - Grand Orange terus melaju dengan proyek-proyek terbarunya di Bali. Setelah berhasil menjual kondominium hotel (kondotel) di Grand Orange Pandawa di Pantai Pandawa, Bali, mereka bersiap memasarkan Grand Orange Resort Ubud di kawasan Ubud, Gianyar.

Marketing Consultant Grand Orange Resort Ubud, Ratdi Gunawan, mengatakan di kalangan wisatawan domestik atau mancanegara kawasan Ubud terkenal paling tenang untuk berlibur dibandingkan kawasan wisata lainnya yang lebih ramai di Bali. Hutan hijau dan nilai budaya yang alami di kawasan itu membuat Ubud punya poin tersendiri di mata wisatawan.

Berpegang data BPS Bali 2017, tingkat hunian kamar hotel berbintang pada Januari tahun ini mencapai rata-rata 59,61 persen. BPS Bali juga mencatat, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Bali pada Januari lalu mencapai 2,88 hari.

Angka itu naik 0,21 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada bulan Desember 2016 yang mencapai 2,67 hari. Ditinjau menurut kabupaten/kota, tercatat rata-rata lama menginap tamu tertinggi pada bulan Januari 2017 terjadi di Denpasar selama 3,36 hari, dan di tempat kedua diduduki oleh Gianyar.

"Ubud yang masuk dalam kawasan Gianyar ini masih termasuk kawasan spesial bagi orang yang terbiasa dan belum lengkap rasanya ke Bali tanpa ke Ubud. Suasananya tenang sehingga paling banyak dicari itu vilatel," ujar Ratdi, Rabu (15/3/2017).

Dengan 300 destinasi wisata yang dimilikinya, lanjut dia, Bali tetap menarik sebagai lahan investasi vilatel atau vila hotel. Income yang didapatkan dari bisnis sewa vila di Bali, lanjut dia, sangat menjanjikan.

"Terlebih kalau unit vila yang dipasarkan itu terbatas, hanya 69 unit. Investasi yang bernilai tinggi itu jarang dipasarkan dengan sertifikat free hold, kebanyakan yaitu lease hold," ujar Ratdi.

Editor : Latief
TAG:

TERPOPULER