Indonesia Usung Isu Ketahanan Pangan pada Pertemuan NARBO - Kompas.com

Indonesia Usung Isu Ketahanan Pangan pada Pertemuan NARBO

Ridwan Aji Pitoko
Kompas.com - 23/02/2017, 12:30 WIB
Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Kondisi Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016).

JAKARTA, KompasProperti - Pertemuan umum tiga tahunan Network of Asian River Basin Organizations (NARBO) digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 22 Februari hingga 24 Februari 2017.

Digelarnya acara tersebut bertujuan untuk pertukaran informasi dan pengalaman terkait penanganan permasalahan sungai dan sumber daya air (SDA) di negara-negara anggota.

"Dari pengelolaan sungai di negara-negara Asia kami membagi pengalaman, kesulitan, dan penanganannya. Bagaimana dan apa yang mesti dilakukan dan dengan berbagi tersebut diharapkan bisa mendapat alternatif penyelesaian," kata Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR Imam Santoso, di Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Pertemuan yang keenam kalinya itu sekarang telah melibatkan 18 negara Asia terdiri dari 91 organisasi atau balai sungai di 18 negara tersebut.

Ada pun negara-negara yang menjadi anggota NARBO adalah Australia, Bangladesh, Butan, Kamboja, RRC, India, Indonesia, Jepang dan Korea Selatan.

Kemudian sembilan negara lainnya adalah Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.

"Kami sendiri dalam NARBO keenam ini membawa isu ketahanan pangan, melalui pembangunan 65 bendungan, rehabilitasi irigasi seluas 3 juta hektar, pembangunan satu juta hektar irigasi baru, penanganan banjir, pengamanan pantai, dan penyediaan air baku," jelas Imam.

Selain berbagi pengalaman dan informasi terkait SDA, NARBO juga dijadikan ajang untuk mempresentasikan dan adopsi rencana kerja setelah pertemuan dilakukan.

Selain itu juga untuk memilih tubuh konstitusional dan menerima anggota-anggota baru.

PenulisRidwan Aji Pitoko
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM