Donald Trump Bangun Tembok Perbatasan AS-Meksiko - Kompas.com

Donald Trump Bangun Tembok Perbatasan AS-Meksiko

Ridwan Aji Pitoko
Kompas.com - 27/01/2017, 07:00 WIB
HERIKA MARTINEZ / AFP Beginilah situasi perbatasan antara AS dan negara bagian Ciudad Juarez, Meksiko. Sebagian perbatasan kedua negara memang dipagari, tetapi Presiden Donald Trump bersikukuh menginginkan tembok pembatas.

KompasProperti - Tembok perbatasan Amerika Serikat (AS)- Meksiko rencananya bakal dibangun sepanjang 2.092 kilometer, setinggi 12,2 meter dan menghabiskan 19 juta ton semen.

Rencana tersebut dinilai bakal menjadi salah satu konstruksi paling masif yang pernah dibangun.

Donald Trump sendiri pada Rabu (25/1/2017) telah menandatangani keputusan presiden dalam rangka memulai proses pembangunan tembok pembatas tersebut.

"Saat ini kita tengah berada di tengah-tengah krisis di perbatasan bagian selatan kita," ujar Trump selepas penandatanganan keputusan tersebut.

CNN melaporkan, telah ada pagar sepanjang 1.046 kilometer di perbatasan AS- Meksiko yang melintasi area padat penduduk. Pagar tersebut tampaknya bakal tetap berada di tempatnya.

Hal tersebut menyisakan sekitar 2.092 kilometer perbatasan menjadi terbuka, terutama di perbatasan yang terletak di sepanjang Sungai Rio Grande.

Pagar yang sudah ada tersebut rata-rata memiliki tinggi 5,5 meter. Namun, di bagian lain justru terbilang rendah meskipun mampu menghalangi kendaraan dan orang agar tak cukup leluasa bisa melewatinya.

Berdasarkan data Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS, alokasi dana membuat pagar yang lebih panjang senilai 6,24 juta dollar AS atau Rp 83,4 miliar per 1,6 kilometer.

Namun, itu baru pagarnya saja, belum termasuk dinding keseluruhan.

Adapun pagar yang akan dibangun berlokasi di area dengan populasi penduduk paling padat di mana konstruksi akan lebih mudah dilakukan.

Di sisi lain, membangun sebuah tembok di area terisolasi akan jauh lebih mahal. Pada beberapa kasus, Pemerintah AS pertama kali harus membangun jalan dan infrastruktur lainnya untuk mencapai area perbatasan.

Masalahnya, medan yang akan ditempuh bisa saja keras dan bahkan menghadapi lokasi pegunungan.

Untuk itu, tembok tersebut kemungkinan besar akan dibuat menggunakan panel beton pracetak yang sering digunakan pada dinding suara untuk memblokir lalu lintas suara di sepanjang sisi jalan raya AS.

Sejauh pembahasan mengenai pendanaan, Trump menyebutkan telah mendapatkan biaya estimasi sebesar 10 miliar dollar AS yang diberikan Asosiasi Beton Pracetak Nasional selama kampanye.

Itu artinya, pembangunan dinding pembatas tersebut bakal menghabiskan biaya sekitar 11,84 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 158,5 miliar per 1,6 kilometer.

"Kami cukup yakini terhadap angka tersebut. Namun, semuanya bakal bergantung pada banyak variabel seperti sulitnya medan konstruksi, level kemiringan tanah, dan apakah bisa memuat crane di sana," ujar Presiden Asosiasi Beton Pracetak Nasional Ty Gable.

Sebagai perbandingan, dalam membangun jalan dua jalur di AS per 1,6 kilometernya hanya menghabiskan dana sebesar 4,8 juta dollar AS atau senilai Rp 64,3 miliar.

Jadi, jika ada dana sebesar 10 miliar dollar AS maka Pemerintahan Trump bisa membangun jalan dari Seattle ke Miami yang saat ini tercatat berjarak 5.306,5 kilometer.

Namun, dalam laporan lain dari Bernstein Research yang fokus pada perolehan biaya-biaya material, besaran dana yang cukup untuk pembangunan tembok tersebut adalah sekitar 15 dollar AS atau 25 miliar dollar AS.

PenulisRidwan Aji Pitoko
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X