Selasa, 28 Maret 2017

Properti

Estimasi Biaya Pembebasan Lahan Bendungan Napun Gete Rp 14 Miliar

HBA/Kompas.com Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau lokasi bakal Bendungan Leuwikeris di perbatasan Kabupaten Ciamis- Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (9/6/2015). Dalam tinjauan kali ini, turut mendampingi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Soeharso Monoarfa dan Anggota Komisi V DPR RI Nurhayati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana membangun delapan bendungan pada 2016 mulai mendekati akhir, setelah bendungan ketujuh yakni Napun Gete di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) selesai ditandatangani kontraknya, Rabu (7/12/2016).

Pembangunannya akan segera dilakukan menyusul rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking (pencanangan) pada 12 atau 13 Desember 2016 mendatang.

"Sebelum tahun anggaran 2016 ini berakhir, kami kontrakkan Bendungan Napun Gete. Ini jadi yang ketujuh dari delapan yang diprogramkan, minggu depan satu lagi Sukamahi jadi 8 bendungan diselesaikan," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso, di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Namun begitu, dari total lahan yang dibutuhkan seluas 161 hektar, saat ini baru dibebaskan seluas 24 hektar.

Targetnya, 2017 nanti semua pembebasan lahan akan diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka.

"Tahun depan sudah kami programkan semua sehingga nanti pembebasan lahan yang dibutuhkan bisa selesai. Nggak ada kendalanya karena tanah punya masyarakat dan di area Daerah Aliran Sungai (DAS)," ujar Bupati Sikka Yosep Ansar Rera.

Besaran anggaran yang digunakan untuk pembebasan lahan tersebut diakui Yosep ada di kisaran Rp 14 miliar. Inj diambil dari Anggaran Pendapatan Belanjar Daerah (APBD) Kabupaten Sikka.

Bendungan Napun Gete akan memberi manfaat bagi penyediaan air bersih atau air minum untuk Kabupaten Sikka dengan debit 200 liter per detik, penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 230 hektar, pengembangan sektor pariwisata, dan tenaga listrik satu megawatt.

Sementara nilai kontrak bendungan seluas 161 hektar ini adalah sebesar Rp 849,9 miliar dan akan dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan waktu penyelesaian lima tahun.

"Kebutuhan air masih kurang di sana, bendungan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air terutama di bagian kota," ungkap Yosep.

Sebelum Napun Gete, enam bendungan lainnya sudah terkontrak dan sedang dalam proses konstruksi.

Keenam bendungan itu di antaranya adalah Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Way Sekampung (Lampung), Leuwikeris, Ciawi, Cipanas di Jawa Barat, dan Ladongi di Sulawesi Tenggara.

Penulis: Ridwan Aji Pitoko
Editor : Hilda B Alexander

TERPOPULER