Selasa, 28 Maret 2017

Properti

Kontrak Diteken, Bendungan Senilai Rp 849,9 Miliar Siap Dibangun

Kompas.com/Nazar Nurdin Ilustrasi bendungan

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana membangun delapan bendungan pada 2016 mulai mendekati akhir, setelah bendungan ketujuh yakni Napun Gete di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) selesai ditandatangani kontraknya, Rabu (7/12/2016).

Pembangunannya akan segera dilakukan menyusul rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking (pencanangan) pada 12 atau 13 Desember 2016 mendatang.

"Sebelum tahun anggaran 2016 ini berakhir kami kontrakkan Bendungan Napun Gete. Ini jadi yang ketujuh dari delapan yang diprogramkan, minggu depan satu lagi Sukamahi jadi 8 bendungan diselesaikan," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso, di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Sebelum Napun Gete, enam bendungan lainnya sudah terkontrak dan mengalami proses konstruksi.

Keenam bendungan itu di antaranya adalah Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Way Sekampung (Lampung), Leuwikeris, Ciawi, Cipanas di Jawa Barat, dan Ladongi di Sulawesi Tenggara.

Bendungan Napun Gete akan memberi manfaat bagi penyediaan air bersih atau air minum untuk Kabupaten Sikka dengan debit 200 liter per detik, penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 230 hektar, pengembangan sektor pariwisata, dan tenaga listrik satu megawatt.

Ada pun nilai kontrak bendungan seluas 161 hektar ini adalah sebesar Rp 849,9 miliar dan akan dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan waktu penyelesaian selama lima tahun.

Kendati demikian, Imam menyarankan Nindya Karya untuk mempercepat proses pembangunan Bendungan Napun Gete agar bisa beroperasi lebih cepat dari rencana awal.

"Saya selalu mengingatkan teman-teman kontraktor untuk memacu percepat progres. Normalnya 5 tahun, tapi ini kelamaan, jadi tiga tahun saja lah," pungkas dia.

Penulis: Ridwan Aji Pitoko
Editor : Hilda B Alexander

TERPOPULER