Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Tantangan Bangun Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 30/11/2016, 12:00 WIB
Ridwan Aji Pitoko,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek atau Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 (elevated) akan dimulai pada 2017 mendatang. Pekerjaan ini didahului dengan pelebaran Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek selaku badan usaha jalan tol (BUJT) memastikan hal tersebut.

"Pelebaran justru dilakukan di awal. Begitu desain kontraktornya sudah fix, langsung kami laksanakan awal tahun depan," Direktur Utama PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Kendati demikian, pembangunan jalan tol yang membentang dari Cikunir-Karawang Barat ini bukannya tanpa kendala.

Djoko menjelaskan, begitu selesai melebarkan jalan, pengerjaan selanjutnya adalah meletakkan pier di tengah-tengah jalan tol eksisting.

"Seperti yang teman-teman pernah lihat mungkin di Cawang ke Tanjung Priok, nah itu buat fondasinya agak susah dan banyak. Itu karena 36 kilometer kan dibagi 60 meter-an akan ada sekitar 600 pier, ya," tambah dia.

Selain itu, kendala berikutnya adalah sinkronisasi dengan proyek pembangunan lainnya di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek seperti pembangunan light rail transit (LRT).

Djoko mengakui, pihaknya tengah mencari konsultan yang bisa menggabungkan rencana-rencana pembangunan di sekitarnya supaya Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini tetap bisa sesuai standar pelayanan minimum (SPM).

Tantangan lainnya adalah ketersediaan lahan gerbang Cikarang Utama, cable stayed Grand Wisata, dan Jembatan Lengkung Kemala Lagoon yang ada di jalur pembangunan Jalan Tol Layang tersebut.

Hal berikutnya yang menjadi tantangan adalah 34 overpass eksis yang dilintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek dan juga relokasi berbagai utilitas, seperti 11 saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet), 128 penerangan jalan umum (PJU), 83 rambu, 15 kabel serat optik, serta 10 pipa gas dan minyak.

Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) ini merupakan inisiasi PT Jasa Marga (persero) Tbk untuk memenuhi kebutuhan akan layanan arus lalu lintas yang semakin padat.

Hal tersebut diakibatkan oleh pertumbuhan lalu lintas di koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Saat ini, jumlah kendaraan yang melintas telah melebihi kapasitas dengan rasio volume kapasitas atau volume capacity ratio (VCR) tertinggi mencapai 1.51.

Proyek jalan tol yang membentang di Cikunir-Karawang Barat ini akan dibangun di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang sudah beroperasi.

Investasi PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek untuk pembangunan jalan tol dengan panjang 36,84 kilometer tersebut senilai Rp 16 triliun.

Adapun komposisi kepemilikan saham dalam BUJT tersebut, masing-masing 80 persen untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan 20 persen PT Ranggi Sugiron Perkasa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com